Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
BeritaKabupaten BekasiLingkunganSosial

Camat Cibitung Bersama Unsur Muspika, Ajak Warga Berkomitmen Bersama Menjaga Anak-anak

198
×

Camat Cibitung Bersama Unsur Muspika, Ajak Warga Berkomitmen Bersama Menjaga Anak-anak

Sebarkan artikel ini

Hotnetnews.co.id || Kab. Bekasi Dalam rangka mengantisipasi dan meminimalisir aksi kriminal jalanan yang makin hari makin menjadi, seperti tawuran, begal, gengster, bahkan di bulan suci Ramadan ini aksi perang sarung sering terjadi, Camat Cibitung Encun Sunarto, SE.MM bersama Unsur Muspika mengajak warga berkomitmen bersama untuk menjaga anak-anak. Hal tersebut disampaikan saat Rakor bersama Unsur Muspika, Pihak sekolah, pihak keluarga dan masyarakat pada Rabu, (20/03/2024) bertempat di Aula Kantor Kecamatan Cibitung.

Dikatakannya, Maraknya aksi kejahatan jalanan tersebut membuat resah masyarakat. Bahkan yang membuat miris lagi para pelaku aksi tersebut adalah anak-anak remaja, yang seharusnya di bulan suci Ramadan ini di isi dengan melakukan hal-hal yang positif.

“Mari kita berkomitmen bersama untuk selalu menjaga anak-anak kita,”ucap Mantan Camat Sukakarya ini kepada hotnetnews.co.id pada Rabu, (20/03/2024).

Menyikapi aksi kejahatan jalanan yang makin brutal dan sangat meresahkan, Lanjut Encun Sunarto langkah yang dilakukan adalah Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Cibitung melalui Rapat Koordinasi (Rakor). “Mari Kita berkomitmen Bersama Tiga Pilar, Pihak Sekolah, Pihak Keluarga dan Lingkungan se Kecamatan Cibitung untuk stop kejahatan di jalan, Stop Tawuran, Stop Perang Sarung, jaga anak-anak kita jangan sampai jadi korban dan pelaku kejahatan,”ungkapnya.

Encun Sunarto menjelaskan, bahwa rapat ini untuk membahas aksi kejahatan jalanan yang dilakukan oleh anak-anak yang masih sekolah, yang aksinya kini makin brutal dan sangat meresahkan masyarakat.

“Dari beberapa kejadian yang viral di Media Sosial (Medsos), yang membuat kita semua berkumpul di sini,”ucap Pria Asli Cibitung ini.

Encun Sunarto menekankan bahwa kondisi ini benar-benar urgent, yang mestinya anak-anak ada di rumah, mengisi bulan suci Ramadan dengan mengaji, dan ibadah lainnya, Justru yang ada mereka di jalanan berkumpul dengan teman-temannya yang pada akhirnya ada hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.

“Akibat game di handphone dan juga salah pergaulan yang akhirnya mengundang ada saja yang terjadi, yang disebut perang sarung, yang terjadi di underpass Cibitung, dan memakan korban,”terangnya.

Oleh karenanya, lanjut Encun, tiga pilar ini untuk melakukan peningkatan intensitas pengamanan, melakukan patroli bersama unsur TNI-Polri, dan juga Pemerintah Desa, dan RT dan RW untuk selalu melakukan siskamling.

“Anak-anak yang pukul sepuluh malam masih keluyuran, kita cegat dan kita suruh pulang, jangan main di jalan. Karena memang waktu puasa ini dijadikan kesempatan anak-anak untuk berkumpul main game, dengan alasan nunggu sahur, setelah itu alasan bangunin orang sahur, yang sahur dibangunin mereka malah berantem,”tutupnya.

(Nilan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *