Scroll untuk baca artikel
Kab. Merangin

Geger! Pemuda 31 Tahun Ditemukan Tewas Tergantung di Kandang Ayam, Tim Identifikasi Polres Merangin Turun ke TKP

×

Geger! Pemuda 31 Tahun Ditemukan Tewas Tergantung di Kandang Ayam, Tim Identifikasi Polres Merangin Turun ke TKP

Sebarkan artikel ini

MERANGIN — HOTNETNEWS.CO.ID – Warga Pasar Baru Bangko, Kabupaten Merangin, Jambi, digegerkan dengan penemuan seorang pemuda berinisial Agung (31), warga Kelurahan Pematang Kandis, Kecamatan Bangko, yang ditemukan dalam kondisi tergantung di kandang ayam belakang rumahnya, Jumat (25/9/2026).

Peristiwa tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 13.10 WIB oleh Rahmat Anila, teman korban, yang hendak memberikan pakan ayam di kandang belakang rumah.

Saat tiba di lokasi, Rahmat dikejutkan dengan kondisi Agung yang ditemukan dalam keadaan tergantung menggunakan tali tambang yang terlilit di bagian leher.

Rahmat kemudian berteriak meminta pertolongan. Teriakan tersebut didengar Tantri Nurmaya, istri korban, yang langsung keluar rumah menuju kandang ayam.

Dengan dibantu Deva Septiandra, tali yang terlilit di leher korban kemudian dipotong. Korban selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Raudhah Bangko menggunakan sepeda motor bersama warga lainnya, Zul Fian.

Sekitar pukul 13.30 WIB, korban tiba di rumah sakit dan menjalani pemeriksaan. Namun, berdasarkan pemeriksaan pihak rumah sakit, korban dinyatakan telah meninggal dunia.

Sebelumnya, menurut keterangan istri korban, sekitar pukul 10.00 WIB Agung berpamitan untuk menjemput anaknya dari sekolah. Sekitar pukul 11.00 WIB, korban kembali ke rumah dan disebut lebih banyak diam serta tidak banyak berbicara.

Sekitar pukul 12.00 WIB, korban kembali keluar rumah tanpa menyampaikan tujuannya kepada istrinya.

Kapolres Merangin AKBP Kiki Firmansyah melalui Kasat Reskrim Polres Merangin AKP Eka Putra Julisman membenarkan adanya peristiwa tersebut.

“Setelah mendapat informasi, personel langsung turun bersama Tim Identifikasi untuk melakukan pengecekan TKP dan kondisi korban,” ujar AKP Eka Putra Julisman, Sabtu (26/9/2026).

Ia menambahkan, berdasarkan pemeriksaan dan visum, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

BACA ARTIKEL  Bersama Warga Desa Bukit Subur Laksanakan Gotong Royong untuk Mempererat Hubungan TNI dan Masyarakat

“Korban dinyatakan meninggal dunia akibat terlilit tali pada bagian leher. Saat ini jenazah sudah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan,” pungkasnya. [Siefronhadi]