Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
Banten RayaBeritaNasional

Tokoh Masyarakat Lebak Dukung Langkah Kapolda Banten Berantas Bank Keliling

150
×

Tokoh Masyarakat Lebak Dukung Langkah Kapolda Banten Berantas Bank Keliling

Sebarkan artikel ini

Hotnetnews.co.id | Lebak Banten, Tokoh masyarakat Lebak sekaligus mantan Bupati Lebak dua periode (2003-2008 dan 2009-2013) Mulyadi Jayabaya mendukung Kapolda Banten Irjen Pol Abdul Karim kepada para pelaku usaha bank keliling yang berkedok Koperasi Simpan Pinjam (Kosipa) ilegal di wilayah hukum Banten untuk segera menutup tempat usahanya.

“Saya sebagai tokoh masyarakat mendukung penuh langkah Kapolda Banten dan Forkopimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) untuk memberantas keberadaan bank bank keliling ilegal yang berkedok Kosipa, karena keberadaan mereka selama ini sangat meresahkan masyarakat dilansir RadarBanten.co.id,” ujar Mulyadi Jayabaya atau yang akrab disapa JB ini, Sabtu 6 April 2024

Diketahui keberadaan bank keliling ilegal selama ini sangat meresahkan masyarakat, karena masyarakat diiming-imingi pinjaman uang secara gampang yang hanya modal fotocopy KTP dengan bunga tinggi, hingga mereka dikenakan uang administrasi pinjaman yang besar saat meminjam uang kepada bank keliling berkedok Kosipa tersebut.

Diungkapnya, ia kerap menerima laporan bahwa ketika seseorang sudah terjerat hutang kepada rentenir atau bank keliling ilegal, mereka akan sulit lepas dari cengkraman rentenir tersebut.

“Misal masyarakat pinjam uang Rp 1 juta, namun yang diterima hanya Rp 750 ribu dengan alasan uang administrasi Rp 250 ribu, dengan bunga mencapai 30 persen sebulan,” ungkap JB.

Lebih lanjut JB menyebutkan, banyak rumah tangga yang berantakan akibat ulah oknum bank keliling yang membawa kabur istri nasabah, karena mereka tidak sanggup membayar pokok hutang dan bunga kepada bank keliling tersebut

“Tidak sedikit rumah tangga masyarakat yang berantakan karena istrinya dirayu dan dibawa kabur oleh oknum bank keliling,” tegasnya.

Ia menambahkan, agar masyarakat untuk menghindari pinjaman kepada bank keliling ilegal tersebut, dan kepada pemerintah untuk mengaktifkan koperasi resmi, dengan cara memudahkan mereka mendapatkan modal usaha, serta dilakukan pembinaan dan pengawasan oleh Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Banten, dan Koperasi UKM Kabupaten/Kota yang ada di Banten.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *