Scroll untuk baca artikel
BeritaMUARA ENIMSumatera selatan

3X Aksi, Bupati Muara Enim Phobia Sama Masa Aksi Suara Rakyat Diabaikan

113
×

3X Aksi, Bupati Muara Enim Phobia Sama Masa Aksi Suara Rakyat Diabaikan

Sebarkan artikel ini

HotnetNews.co.id||Muara Enim- Suasana halaman Kantor Bupati Muara Enim kembali memanas pada Kamis, 27 November 2025. Sekelompok massa dari Komunike Arus Bawah Anti Pemufakatan Jahat Kabupaten Muara Enim menggelar aksi demonstrasi lantang yang menyoroti dugaan praktik-praktik kotor dalam pengelolaan proyek pemerintah kabupaten.

Dengan membawa spanduk, pengeras suara, dan suara yang tak bisa diabaikan, sekitar 15 orang peserta aksi menumpahkan kekecewaan mereka terhadap pemerintah daerah yang dianggap tidak transparan dan tidak akuntabel.

Tuntutan Menggelegar di Depan Kantor Bupati

Ketua Aksi, H. Adriansyah, bersama orator lainnya, memaparkan empat tuntutan keras yang mereka nilai harus segera direspons Bupati:

1. Bupati melalui Dinas PUPR diminta menghentikan seluruh proyek konstruksi yang menggunakan material tambang ilegal (batu, pasir, tanah uruk) seperti yang dilarang dalam Pasal 4 dokumen kontrak.

2. Bupati diminta tidak membayar penyedia jasa apabila terbukti menggunakan material ilegal tersebut.

3. Bupati melalui Bapenda diminta menghentikan penarikan pajak Galian C ilegal.

4. Bapenda juga didesak menghentikan pemungutan pajak Galian C kepada penyedia jasa proyek konstruksi Pemkab Muara Enim.

Dalam orasinya, Adriansyah menegaskan bahwa apabila tuntutan ini tidak ditindaklanjuti, maka menurut mereka Bupati Muara Enim dianggap sebagai sutradara pembentukan rezim koruptif—sebuah extraordinary crime yang disebut-sebut merusak sendi tata kelola pemerintahan yang bersih.

Di tengah panasnya aksi, Ardiansyah dan Solihin juga menyeret nama dua pejabat Dinas PUPR Ilham Sudiono dan Iwan Setiawan, yang mereka tuduh sebagai “joker pengatur dan pembagi proyek”. Mereka menyatakan bahwa selama kedua sosok itu masih dipertahankan, Bupati dianggap turut memelihara praktik tidak beres di tubuh PUPR.

Aksi berlangsung tanpa kehadiran perwakilan Pemerintah Kabupaten Muara Enim. Massa menilai alasan bahwa “Seluruh pejabat sedang ada pekerjaan lain” sebagai bentuk penghindaran dan ketidakseriusan Pemda dalam menanggapi persoalan ini.”Sudah Beberapa Kali kami Aksi, Bupati Seperti Alergi dan Phobia sekali dengan Aspirasi kami , tidak ada tindak lanjutnya oleh Pimpinan Kabupaten Ini, Padahal tuntutan kami untuk Memperbaiki Kabupaten Muara Enim”, tutup H. Adriansyah.

BACA ARTIKEL  Kapolda Sumsel Kunjungi Panti Sosial Rehabilitasi ABH Beri Wejangan dan Nasehat Pada Anak Anak Remaja, Jelang Berbuka Puasa