Scroll untuk baca artikel
Serangan Panah Wayer Lukai Siswa, Tuduhan SMK N 2 Bitung mencetak Premanisme Dipatahkan  BITUNG – Pihak sekolah melalui salah satu tenaga pendidik, Fardhan Hidayah Hamsah, S.Pd., Gr, menyampaikan pernyataan tegas dan resmi menanggapi viralnya kasus pemukulan terhadap salah satu siswa yang terjadi baru-baru ini. Insiden tersebut ditegaskan murni melibatkan pihak luar dan tidak berkaitan dengan aktivitas internal sekolah.  Dalam keterangan resminya, Fardhan Hidayah Hamsah menegaskan bahwa peristiwa yang menimpa siswa jurusan listrik hingga mengalami luka akibat panah wayer merupakan serangan dari sekelompok pemuda luar yang diduga dalam kondisi mabuk.  “Perlu kami luruskan bahwa kejadian ini bukan dipicu oleh siswa di dalam sekolah, melainkan serangan dari pihak luar terhadap siswa yang saat itu sedang berada di lingkungan sekolah menunggu jadwal ujian,” tegasnya.  Berdasarkan penjelasan, insiden terjadi saat sejumlah siswa berada di area sekolah usai sebagian lainnya dipulangkan karena jadwal Uji Kompetensi Keahlian (UKK). Tiba-tiba, sekelompok pemuda datang dan melakukan penyerangan, termasuk menggunakan panah wayer yang melukai salah satu siswa. Melihat rekannya terluka, siswa lain disebut melakukan pembelaan diri hingga terjadi aksi saling serang terhadap pelaku.  Bantahan Keras terhadap Tuduhan  Fardhan juga menanggapi serius pernyataan dari sebuah akun media sosial bernama “Ungke” yang menyebarkan sejumlah tudingan negatif terhadap sekolah.  Ada tiga poin utama yang dibantah keras:  1. Tuduhan maraknya kekerasan oleh siswa di bawah umur Sekolah meminta pihak yang menuduh untuk menunjukkan bukti konkret terkait kejadian yang dimaksud, termasuk siapa pelaku dan korban.  2. Tudingan aktivitas menyimpang di lingkungan bengkel sekolah Pernyataan tersebut dinilai sangat serius dan tidak berdasar. Sekolah menegaskan tidak pernah ada praktik sebagaimana yang dituduhkan dan meminta klarifikasi serta bukti dari pihak yang menyebarkan informasi tersebut.  3. Stigma sekolah sebagai “sarang premanisme” Tuduhan ini disebut sebagai pernyataan yang tidak berdasar dan mencederai reputasi lembaga pendidikan yang telah lama berkontribusi mencetak tenaga kerja profesional.  Rekam Jejak Prestasi  Pihak sekolah menegaskan bahwa selama ini SMK di Bitung telah melahirkan banyak lulusan yang berkontribusi di berbagai sektor industri, baik di dalam maupun luar daerah.  “Banyak alumni kami bekerja di sektor strategis seperti kelistrikan, otomotif, hingga industri nasional dan internasional. Bahkan ada yang bekerja di luar negeri, termasuk di Jepang,” jelas Fardhan.  Selain itu, sekolah juga memiliki catatan prestasi nasional sejak era 1990-an, termasuk keberhasilan meraih juara tingkat nasional di bidang teknik bangunan.  Pihak sekolah menegaskan tidak akan tinggal diam terhadap tuduhan yang dinilai mencemarkan nama baik. Langkah hukum terhadap oknum penyebar informasi disebut sedang dipersiapkan.  “Kami mengingatkan agar masyarakat bijak dalam menggunakan media sosial. Tuduhan tanpa dasar tidak hanya merugikan, tetapi juga berpotensi berimplikasi hukum,” tegas Fardhan.  Sekolah mengajak seluruh pihak untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi serta mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang aman dan kondusif.  “Kami berharap kejadian ini menjadi pelajaran bersama. Fokus utama kami tetap pada pendidikan dan masa depan generasi muda,” tutup Fardhan Hidayah Hamsah, S.Pd., Gr.  Sufaldi

Serangan Panah Wayer Lukai Siswa, Tuduhan SMK N 2 Bitung mencetak Premanisme Dipatahkan BITUNG – Pihak sekolah melalui salah satu tenaga pendidik, Fardhan Hidayah Hamsah, S.Pd., Gr, menyampaikan pernyataan tegas dan resmi menanggapi viralnya kasus pemukulan terhadap salah satu siswa yang terjadi baru-baru ini. Insiden tersebut ditegaskan murni melibatkan pihak luar dan tidak berkaitan dengan aktivitas internal sekolah. Dalam keterangan resminya, Fardhan Hidayah Hamsah menegaskan bahwa peristiwa yang menimpa siswa jurusan listrik hingga mengalami luka akibat panah wayer merupakan serangan dari sekelompok pemuda luar yang diduga dalam kondisi mabuk. “Perlu kami luruskan bahwa kejadian ini bukan dipicu oleh siswa di dalam sekolah, melainkan serangan dari pihak luar terhadap siswa yang saat itu sedang berada di lingkungan sekolah menunggu jadwal ujian,” tegasnya. Berdasarkan penjelasan, insiden terjadi saat sejumlah siswa berada di area sekolah usai sebagian lainnya dipulangkan karena jadwal Uji Kompetensi Keahlian (UKK). Tiba-tiba, sekelompok pemuda datang dan melakukan penyerangan, termasuk menggunakan panah wayer yang melukai salah satu siswa. Melihat rekannya terluka, siswa lain disebut melakukan pembelaan diri hingga terjadi aksi saling serang terhadap pelaku. Bantahan Keras terhadap Tuduhan Fardhan juga menanggapi serius pernyataan dari sebuah akun media sosial bernama “Ungke” yang menyebarkan sejumlah tudingan negatif terhadap sekolah. Ada tiga poin utama yang dibantah keras: 1. Tuduhan maraknya kekerasan oleh siswa di bawah umur Sekolah meminta pihak yang menuduh untuk menunjukkan bukti konkret terkait kejadian yang dimaksud, termasuk siapa pelaku dan korban. 2. Tudingan aktivitas menyimpang di lingkungan bengkel sekolah Pernyataan tersebut dinilai sangat serius dan tidak berdasar. Sekolah menegaskan tidak pernah ada praktik sebagaimana yang dituduhkan dan meminta klarifikasi serta bukti dari pihak yang menyebarkan informasi tersebut. 3. Stigma sekolah sebagai “sarang premanisme” Tuduhan ini disebut sebagai pernyataan yang tidak berdasar dan mencederai reputasi lembaga pendidikan yang telah lama berkontribusi mencetak tenaga kerja profesional. Rekam Jejak Prestasi Pihak sekolah menegaskan bahwa selama ini SMK di Bitung telah melahirkan banyak lulusan yang berkontribusi di berbagai sektor industri, baik di dalam maupun luar daerah. “Banyak alumni kami bekerja di sektor strategis seperti kelistrikan, otomotif, hingga industri nasional dan internasional. Bahkan ada yang bekerja di luar negeri, termasuk di Jepang,” jelas Fardhan. Selain itu, sekolah juga memiliki catatan prestasi nasional sejak era 1990-an, termasuk keberhasilan meraih juara tingkat nasional di bidang teknik bangunan. Pihak sekolah menegaskan tidak akan tinggal diam terhadap tuduhan yang dinilai mencemarkan nama baik. Langkah hukum terhadap oknum penyebar informasi disebut sedang dipersiapkan. “Kami mengingatkan agar masyarakat bijak dalam menggunakan media sosial. Tuduhan tanpa dasar tidak hanya merugikan, tetapi juga berpotensi berimplikasi hukum,” tegas Fardhan. Sekolah mengajak seluruh pihak untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi serta mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang aman dan kondusif. “Kami berharap kejadian ini menjadi pelajaran bersama. Fokus utama kami tetap pada pendidikan dan masa depan generasi muda,” tutup Fardhan Hidayah Hamsah, S.Pd., Gr. Sufaldi

Bitung

  BITUNG – Hotnet news.co.id Pihak sekolah melalui…