Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
BeritaKabupaten BekasiPeristiwaViral

Janji Calo Tenaga Kerja! Uang 7 juta Amblas, Korban Akan Lapor Polisi

293
×

Janji Calo Tenaga Kerja! Uang 7 juta Amblas, Korban Akan Lapor Polisi

Sebarkan artikel ini

Tidak Ada Efek Jera Buat Calo Tenaga Kerja !

Hotnetnews.co.id || KAB. BEKASI – Pria muda sekaligus pencari kerja alias pencaker berinisial (SB) (25) menjadi korban yang diduga oknum calo penipuan jasa penyalur kerja untuk ditempatkan di perusahaan PT. Agrinusa Jaya Sentosa di kawasan Ejip, Kabupaten Bekasi.

“SB, yang merupakan warga Perum Puri Mutiara Indah (PMI) Blok B.A Nomor 36 RT 03/RW 07 Desa Karangraharja Kecamatan Cikarang Utara , mengaku dimintai uang senilai Rp 7 juta.

Usut punya usut, uang tersebut telah diserahkan ke oknum penyalur kerja, yang akan dijanjikan sebagai pekerja (PKWT) “Pegawai Kontrak Waktu Tertentu” selama satu tahun, nyatanya (SB) hanya dipekerjakan sebagai pekerja harian.”ungkapnya pada Rabu (06/03/2024).

(SB) salah satu pencari kerja menceritakan awal mula menjadi korban oknum penyalur kerja yang tak bertanggung jawab itu.

Lanjut SB, saat itu saya disuruh training selama tujuh hari, tapi setelah sehari masuk kerja, pada saat itu muncul rasa penasaran saya ingin bertanya sama karyawan di PT tersebut, sebab saya masuk lewat calo, ternyata di PT tersebut tidak ada peluang untuk (PKWT) “Pegawai Kontrak Waktu Tertentu”, yang ada malah pekerja harian, setalah saya dapat informasi tersebut disitu saya sangat kecewa merasa saya diboongin sama oknum tersebut.”ucap korban.

Setelah saya mendapat informasi dari Karyawan PT Agrinusa Jaya Sentosa, bahwa di PT tersebut tidak ada peluang menjadi Pegawai Kontrak yang pernah menjanjikan bekerja sebagai (PKWT) oleh oknum yang berinisial (KR) dan dia mengaku punya kantor “Yayasan Febrian Nusantara Abadi”, yang beralamat di Kp.Pulokapuk RT.03/RW.05 Desa Mekarmukti Kecamatan Cikarang Utara Kabupaten Bekasi Jawa-Barat.”terangnya.

Saat itu juga saya langsung hubungi (KR) lewat telepon pada siang hari, untuk memastikan bahwa saya sudah di bohongi oleh oknum tersebut. Tapi (KR) malah berdalih bahwa saya suruh terus kerja harian saja selama tujuh hari kerja, kata (KR) setalah itu saya bisa berpeluang mendapatkan (PKWT) Pegawai Kontrak Waktu Tertentu, jawab saya sama (KR) kan saya sudah jalani kerja selama seminggu, tapi belum juga ada (PKWT), lalu dia jawab, saya disuruh bersabar, dia bilang ingin menghadap dulu keatasannya,”kata dia.

Setelah saya bersabar selama dua Minggu, dia bilang sedang ditindaklanjuti, setelah itu sampai saya bersabar selama sebulan bahkan sampai dua bulan, tapi lama kelamaan saya hanya di ulur-ulur saja, ketika saya bertanya lagi sama (KR) dia semakin slow respon ke saya. Akhirnya dibulan February saya langsung datang (KR) alamat kantornya, ternyata di kantor tersebut (KR) sudah tidak ada, menurut orang disekitar itu, (KR) sudah pindah Kantor Yayasan nya.

Saya sangat kecewa sama (KR) yang sudah bohongi saya, padahal saya sudah memberi uang sesuai yang dia minta senilai 7 juta, dengan uang sebesar itu saya dan orang tua saya berharap, bisa bekerja sesuai harapan saya selama satu tahun kontrak, agar saya mendapatkan gajih yang layak, tapi yang saya dapatkan malah kerja harian yang tidak jelas.

Saya kena tipu oleh oknum penyalur tenaga kerja yang berinisial (KR), padahal saya sudah berusaha sabar untuk menunggu kepastian bahwa saya bisa menjadi karyawan kontrak yang dia janjikan. Tapi setelah oknum tersebut sudah susah di kontak, dan dia pernah berani menantang saya, kalau dia berani persoalan ini dibawa ke ranah hukum, mau tidak mau kasus ini akan saya laporkan ke pihak kepolisian, supaya dia bisa mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Sementara itu orang tua dari (SB) membenarkan bahwa anaknya di tipu kerja sebagai karyawan kontrak, anak saya malah dipekerjakan sebagai pekerja harian, saya sebagai orang tua sedih, ko oknum tersebut tega bohongi anak saya dan juga bohongi saya

Padahal uang 7 juta itu hasil tabungan saya, uang 7 juta itu bagi saya cukup besar, dan saya berharap anak saya mendapatkan pekerjaan yang layak dan sesuai, nyatanya malah seperti ini.”ungkapnya

Selanjutnya, semua itu saya serahkan kepada pihak kepolisian, agar oknum yang sudah bohongi anak saya, bisa di proses sesuai hukum yang berlaku di negara republik Indonesia, agar tidak adalagi korban-korban seperti anak saya. Harapan saya semoga oknum tersebut bisa di tangkap.”tegasnya.

(Tim/red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *