Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
BekasiBeritaUncategorized

Ketua PPRI Soroti Urugan Tanah Project Pembangunan Tol JAPEK 2

110
×

Ketua PPRI Soroti Urugan Tanah Project Pembangunan Tol JAPEK 2

Sebarkan artikel ini

Hotnet News.co.id || Kab. Bekasi, Jumat 07/Juni/2024 – Banyaknya pemberitaan di media mengenai persoalan polemik permasalahan mengenai adanya pengiriman tanah untuk pengurugan Project Pembangunan Tol Japek 2 PT Adhi Aoset yang terletak di desa sukasari, kec serang baru, yang sebelumnya pernah ramai menjadi perbincangan di kalangan aktivis dan pemerhati lingkungan

Beberapa perusahaan subcon yang bergerak di bidang pengurugan tanah adanya di duga persekongkolan antara pengiriman tanah dan pihak pengawasan atau yang di sebut Quality Control (QC) yang mana di duga adanya nominal dalam setiap mobilnya guna kepentingan untuk meloloskan kualitas agar tanah yang di kirim tidak terjadi penolakan atau di kembalikan

Tanah merah disebut juga dengan istilah laterit yaitu tanah yang memiliki warna cokelat kemerah-merahan Karakteristik tanah merah yaitu mudah menyerap air, memiliki PH netral sampai asam, memiliki kandungan alumunium dan zat besi, mengandung bahan organik sedang, dan memiliki profil tanah yang dalam Jenis tanah merah memiliki tekstur tanah yang cukup padat sehingga cocok digunakan untuk proses pengurugan atau penimbunan lahan

Tetapi pada Prakteknya, pada proyek Pembangunan jalan tol Japek 2, di duga berbagai macam warna tanah terkesan di halalkan dalam pengurugan tanah tersebut Ada warna hitam, ada warna coklat, dan lain sebagainya Padahal saat akan penumpahan tanah, harus melakukan Quality Control, melalui Petugas Quality Control (QC)

Abdul Hamid ketua PPRI Bekasi Raya akan Surati Pihak Management Perusahaan PT Adhi Aoset Guna bisa bertanggung jawab terhadap atas perbuatannya bahwa di duga Karyawan di lapangan adanya kelalaian dan di duga ada deal-deal politik yang sifatnya kerjasama yang di ciptakan guna mencari keuntungan tambahan

Saat di konfirmasi Edi dan Robet Salah Satu pegawai yang memiliki Peranan penting pertanggung jawaban di lapangan tidak bisa memberikan penjelasan dan klarifikasi pertanggung jawaban adanya hal tersebut seakan – akan sudah mengetahui dan terkesan tutup mata dan pembiaran semata

(Hendro/aro)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *