Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
BeritaKabupaten BekasiLingkunganNasional

Tidak Ubahnya Seperti Kebon Kosong, Kantor Urusan Agama Kecamatan Karang Bahagia Bekasi, Tidak Layak Disebut Kantor

477
×

Tidak Ubahnya Seperti Kebon Kosong, Kantor Urusan Agama Kecamatan Karang Bahagia Bekasi, Tidak Layak Disebut Kantor

Sebarkan artikel ini

Hotnetnews.co.id || Bekasi Lingkungan kantor baik halaman maupun ruang kerja yang bersih dan rapih, selain sehat dapat juga menambah kenyamanan dalam proses melakukan pelayanan terhadap masyarakat, hal tersebut sesuai dengan hadis Nabi Besar Muhammad SAW yang berbunyi “Annadhofatu Minal Iman” yang berarti Kebersihan Sebagian Daripada Iman, namun tidak dengan halaman Kantor Urusan Agama Karang Bahagia yang berada dibawah Kementrian Agama Kabupaten Bekasi Jawa Barat, kantor tersebut jauh disebut sehat dan bersih, halaman kantor tersebut ditumbuhi banyak rumput dan dipastikan kondisi tersebut tidak menimbulkan rasa sehat dan tidak nyaman bagi pengunjung yang akan membutuhkan pelayanan, apalagi kantor tersebut ada dikomplek pemerintahan kecamatan karang bahagia, dan berdampingan dengan UPTD Kesehatan (PUSAT KESAHATAN MASYARAKAT)

      Salah seorang pegawai PUSKESMAS Karang bahagia yang tidak mau namanya disebut mengatakan, tidak selayaknya kantor ini disebut kantor,apa lagi sebelahnya kantor puskesmas yang identik dengan kesehatan, seharusnya KUA karang bahagia turut menjaga kesehatan, kantor kok sepeti kebon kosong jelas sumber.

      Seorang pemerhati dan juga tokoh masyarakat karang bahagia Zaenal Abidin, SH. Saat ditemui Rabu (20-3-2024) juga ikut mengomentari buruknya kinerja Kepala Kantor Urusan Agama setempat, menurut Zaenal, seharusnya Kebersihan Kantor menjadi tanggung jawab seorang pimpinan bisa saja untuk membantu membersihkan halaman kantor, kantor memiliki petugas kebersihan, kan ada anggaranya, tidak mungkin yang namanya kantor milik pemerintah tidak mempunyai anggaran, kalau anggaranya tidak terserap wajib kita tanyakan kemana anggaran tersebut tegas Zaenal.

      Masih menurut Zaenal, perlunya DPA KUA Karang Bahagia Diusut karena dikhawatirkan adanya penyelewengan Anggaran dari pihak pengguna anggaran (Ketua KUA) karna memang kontrol sosial terhadap kantor tersebut kurang karna kami menggap ini kantor agama yang tau bagai mana hukumnya kalau kita melakukan kesalahan, selain buruknya kualitas dibidang kebersihan biaya Nikah di wilayah KUA Karang Bahagia sangat mahal, untuk biaya pernikahan pemohon sampai membayar 1,3 juta sampai 1,5 dan itu sangat memberatkan masyarakat pemohon tambah Zaenal,

     Pantauan media HotNetNews dilapangan ternyata apa yang dikeluhkan warga masyarakat benar, halaman yang disana-sini ditumbuhi Rumput menjadi pemandangan yang tidak sedap dipandang mata, melihat kondisi tersebut KUA Karang Bahagia memang pantas disebut kebon kosong yang tidak terawat, sepertinya Kepala KUA sengaja tutup mata seolah tak peduli dengan kondisi yang ada, bukan itu saja menurut beberapa sumber yang ditemui wartawan inijuga mengatakan bahwa biaya nikah di KUA Karang Bahagia mahal,padahal menurut aturan kalau pemohon melaksanakan pernikahan di KUA itu tidak dipungut biaya (Geratis) pada waktu jam kerja, tapi kalau diadakan pernikahan diluar itu dikenakan biaya hanya Rp 600 dibayarkan melalui BANK yang sudah ditunjuk oleh Kementrian Agama, namun kenyataanya beda biaya nikah di KUA Karang Bahagia mencapai Rp 1,5 juta yang dikenakan oleh Pegawai Kesra disetiap Desa yang ada dikecamatan Karang Bahagia, itu sangat memberatkan warga pemohon dan itu dipastikan telah terjadi pungutan liar (PUNGLI), masyarakat Berharap Kementrian Agama Kabupaten Bekasi Harus Bertindak untuk memberantas pungli disetiap KUA yang ada di Kabupaten Bekasi, Dikhawatirkan ada dugaan pungli berjamaah antara pihak petugas Kesra Desa dengan KUA. Sampai berita ini turun kepala KUA Kecamatan Karang Bahagia belum bisa ditemui.

(JUHATA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *