Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
Banten RayaBeritaKriminal & HukumPeristiwaViral

Keluarga 3 Korban Asusila Minta Polisi Segera Tangkap Pelaku Diduga Oknum Pimpinan Ponpes di Pandeglang 

30
×

Keluarga 3 Korban Asusila Minta Polisi Segera Tangkap Pelaku Diduga Oknum Pimpinan Ponpes di Pandeglang 

Sebarkan artikel ini

Hotnet News.co.id || Pandeglang, (Banten), Berlarutnya kasus tindak kekerasan Asusila yang menelan 3 (tiga) korban anak dibawah umur membuat terganggunya psikologi dari ke 3 (tiga) korban tersebut yang telah melaporkan kepada pihak berwajib kepolisian Polres Pandeglang dengan dibantu pihak Keluarga sebagai pendamping dalam meminta Penegakan hukum dari apa yang telah diperbuat oleh Pimpinan Pondok Pesantren Miftahul Wildan di Wilayah Hukum Polres Pandeglang.

Dengan adanya tindakan perbuatan yang tidak senonoh yang membuat prasangka buruk terhadap kaum Ulama yang mana sesungguhnya Ulama merupakan orang-orang yang memiliki dan ahli dalam ilmu agama dan ilmu-ilmu umum lainnya yang berkaitan dengan kemaslahatan umat.

Termasuk dengan ilmu perbuatan dosa/tidak terpuji pada prihal zina. Zina adalah perbuatan persetubuhan antara laki-laki dan perempuan yang tidak terikat pernikahan atau perkawinan. Secara umum, zina bukan hanya di saat manusia telah melakukan hubungan seksual, tetapi segala aktivitas-aktivitas seksual yang dapat merusak kehormatan manusia termasuk dikategorikan zina.

Adanya perbuatan yang telah dilakukan oleh Pimpinan Pondok Pesantren yang mana Pimpinan Pondok Merupakan Tokoh Ulama memiliki gelar Kiai Haji yang artinya Singkatan kyai haji (KH) adalah gelar yang diberikan kepada ulama Islam yang dihormati di Indonesia. Gelar ini biasanya digunakan untuk merujuk pada ulama yang telah menyelesaikan pendidikan agama Islam di pesantren dan memiliki pengetahuan mendalam tentang Al-Qur’an dan Sunnah.

KH. Odih Zubaedi, Pimpinan Pondok Pesantren Miftahul Wildan Mendapat cekaman dari Tokoh Masyarakat Majelis Ulama Indonesia – serang. Dan beberapa Tokoh Penegak Biro Hukum dengan apa yang telah dilakukan atas perbuatan zina kepada beberapa santri di pondok pesantrennya. Viralnya pemberitaan ini yang beredar dikalangan Masyarakan Banten, bentuk dukungan daripada para Jurnalis media dengan jalinan komunikasi antaran Keluarga, Korban, Saksi dan Pihak Kepolisian dengan tujuan maksud menyelesaikan permasalahan hingga ditetapkannya hukum pagi para pelanggar tindak Pidana ataupun Praperadilan.

Hingga berita ini dimuat, pihak kepolisian akan bekerja keras untuk penyelesaian kasus, yang mana akan ditunggu penyelesaiannya oleh pihak keluarga korban dan saksi. Membuat Jurnalis Hotnet news dan para pemerhati mengawal kasus ini hingga tuntas. 09/08 Petir kab. Serang Prov. Banten.

(yopie//HNN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *