Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
BeritaHukumJawa BaratTerpopuler

Kepala BKPSDM Memakai Rompi Merah di Giring ke Rutan Kelas 1 Bandung, Kuasa Hukum Bilang

205
×

Kepala BKPSDM Memakai Rompi Merah di Giring ke Rutan Kelas 1 Bandung, Kuasa Hukum Bilang

Sebarkan artikel ini

Hotnetnews.co.id || Jabar, Kejati Jabar akhirnya menahan Kepala BKPSDM Majalengka Ina Nur Alam (INA) setelah diperiksa beberapa jam oleh penyidik Kejati Jabar pada Selasa 26 Maret 2024 sore, INA digiring dengan memakai rompi merah untuk dibawa ke Rutan Kelas 1 Bandung.

INA tampak didampingi penasehat hukumnya mulai dari pemeriksaan hingga turun untuk menuju mobil tahanan, pemeriksaan sendiri ternyata tidak disertakan tersangka Maya (M) yang merupakan kunci utama dari kasus ini, malah Kejati Jabar akan menyelesaikan berkas perkara dua tersangka INA dan AN yang ditahan sebelumnya untuk segera dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Bandung.

Aspidsus Kejati Jabar Syarif Sulaeman Nahdi menyatakan bahwa pihaknya melakukan upaya paksa berupa penahanan terhadap tersangka INA yang saat kejadian kasus ini menjabat sebagai Kabag Ekonomi Pemkab Majalengka, di kutip dari IDEJABAR “Kami melakukan upaya penahanan untuk 20 hari ke depan di Rutan Kebon Waru Bandung” ujarnya

Lebih lanjut Syarif menyatakan INA ditersangkakan karena kasus dalam proyek Pasar Sindangkasih Cigasong Majalengka. Kepada tersangka INA Tim Penyidik Kejati Jabar mengenakan Pasal 5, Pasal 12 huruf e, Pasal 11, Pasal 12 B Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Penasehat hukum Irfan Nur Alam, Rojan Siagian mengatakan berdasarkan pemeriksaan tadi kami menyatakan pertama Irfan Nur Alam tidak bersalah, kemudian INA tidak menerima uang sepeser apapun dalam proyek Pasar Cigasong Majalengka tidak ada bukti yang cukup ditetapkan tersangka.

“Kami akan tetap membela kader PDIP dan keluarga yang diperlakukan sewenang wenang dengan tidak menghormati HAM dan tidak menghormati hukum itu sendiri,” ujar Rojan Siagian usai penahanan Irfan Nur Alam.

Menurutnya, bahwa keberadaannya untuk mendampingi Irfan Nur Alam ditugaskan langsung dari Badan Bantuan Hukum DPP PDIP untuk membela INA yang dalam hal ini keluarga atau anak Ketua DPC PDIP Majalengka. “Kami tegaskan Irfan tidak bersalah dan tidak menerima uang sepeserpun sehingga tidak cukup bukti untuk ditersangkakan dan ditahan,” ujarnya.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *