Scroll untuk baca artikel
Uncategorized

Polisi Diminta Tangkap Pelaku PETI Yang Merengut Nyawa Manusia di Rantau Limau Kapas

×

Polisi Diminta Tangkap Pelaku PETI Yang Merengut Nyawa Manusia di Rantau Limau Kapas

Sebarkan artikel ini

MERANGIN | HOTNETNEWS.CO.ID  Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kabupaten Merangin kembali menelan korban jiwa. Seorang warga dilaporkan meninggal dunia akibat tertimpa reruntuhan tanah saat mendulang butiran emas di lokasi tambang ilegal yang menggunakan alat berat. Peristiwa tragis ini terjadi di Sungai Tembesi Desa Baru Sakai, Kabupaten Merangin, pada Senin (7/9/2026) sekira pukul 14.00 WIB.

Berdasarkan keterangan dari warga setempat, insiden bermula saat sejumlah warga tengah beraktivitas mendulang emas di area galian yang menggunakan alat berat jenis ekskavator. Secara tak terduga, tebing tanah di lokasi tersebut runtuh dan menimbun para pendulang yang berada di bawahnya.

Warga yang berada di lokasi kejadian langsung bergerak cepat melakukan evakuasi secara swadaya. Dari hasil proses evakuasi tersebut, satu orang korban Neli binti Yusup diketemukan dalam keadaan mengenaskan tidak bernyawa.

Sementara itu, dua orang warga lainnya berhasil diselamatkan dari timbunan tanah dalam kondisi hidup.

Informasi yang dihimpun dari masyarakat sekitar menyebutkan bahwa alat berat ekskavator yang beroperasi di lokasi ilegal tersebut diduga kuat milik seorang warga berinisial Z. Berdasarkan keterangan warga, Z berasal dari Desa Lubuk Gaung, Kecamatan Batang Mesumai.

Insiden ini menambah panjang daftar kelam korban jiwa akibat aktivitas tambang emas ilegal yang merusak lingkungan di wilayah Merangin. Warga setempat berharap, jatuhnya korban jiwa ini menjadi momentum bagi aparat penegak hukum, khususnya Polres Merangin, agar segera turun langsung ke lokasi kejadian di Desa Rantau Kapas.

Pihak kepolisian diharapkan dapat mengambil tindakan hukum yang tegas dan menangkap cukong atau aktor intelektual di balik aktivitas tambang ilegal yang terus memakan korban tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, pihak media belum sempat mendapatkan konfirmasi resmi dari pemilik alat berat maupun pengelola lapangan terkait insiden maut tersebut. [S/Red]