Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
BeritaJakarta RayaNasionalPendidikan

SDIT Al Furqon Jakarta Selatan Wisuda 110 Siswa Tahfidzu Qur’an

1229
×

SDIT Al Furqon Jakarta Selatan Wisuda 110 Siswa Tahfidzu Qur’an

Sebarkan artikel ini

Hotnet News.co.id || JAKARTA – Keceriaan terpancar dari Razania Azka Ifthinanisa, siswi kelas 5 (lima) di Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Al Furqon, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan yang menjadi wisudawati Tahfiz dengan hapalan terbanyak, yaitu 5 (lima) juz. Dengan langkah mantap dan ekspresi wajah yang bahagia, dia naik ke atas panggung untuk menerima piagam dan piala sebagai bentuk apresiasi

Razania, berhasil menghafal 5 (lima) juz Al-Qur’an, yaitu Juz 30, 29, 28, 27 dan Juz 01. Keberhasilan ini adalah hasil dari ketekunannya dalam ziyadah (penambahan hafalan) dan murojaah (pengulangan hafalan) setiap harinya baik di sekolah maupun di rumah.

“Saya terus termotivasi untuk menghafal Al-Qur’an berkat didikan dan bimbingan dari para guru dan orang tua,” ucapnya

Pada hari Sabtu, 25 Mei 2024 diselenggarakan Kegiatan Wisuda Tahfidzul Quran dan Imtihan Munaqosyah Angkatan 2 bertema “Membumikan Muroja’ah Al Qur’an”, yang dikuti oleh 110 siswa dan siswi SDIT AL Furqon, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, bertempat di Aula Masjid Raya Al Insan, Patal Senayan, Jakarta.

Selain Razania, sejumlah siswa-siswi SDIT Al Furqon, Jakarta Selatan juga mendapatkan penghargaan piala dan piagam sebagai wisudawan-wisudawati terbik untuk kategori, yaitu:

Kategori hafalan 1 (satu) juz (30), yaitu:

1. Abyan Pallawarukka Putra Caesogie, kelas 2.                                2. Delisha Mumtazah, kelas 4B.        3. Muhammad Rafiif Al Ghazalli, kelas 5

Kategori hafalan 2 (dua) juz (30 dan 29), yaitu:

1. Khonsa Althofunnisa, kelas 2.      2. Kayla Azzikra Jody, kelas 4A.        3. Riffat Fathir Albarra, kelas 3

Kategori hafalan 3 (tiga) juz (30, 29, dan 28), yaitu:

1. Ashar Naufal Abdurrahman, kelas 5.                                                  2. Abizar Zahran Efendi, kelas 4B.  3. Raesha Salmadina Maryam, kelas 6B

Kategori hafalan 4 (empat) juz (30, 29, 28 dan 27), yaitu:

1. Muhammad Ibrahim Syarif, kelas 6B.                                                  2. Muhammad Al Fatih Ramadhan, kelas 4A.                                               3. Muhammad Zaid Putra Zonia, kelas 6B

Andriani, Kepala Sekolah SDIT Al Furqon, Jakarta Selatan dalam sambutannya menyampaikan, “Wisuda Tahfidzul Quran dan Imtihan Munaqosyah Angkatan 2 kali ini meluluskan 110 siswa-siswi dari 5 kategori hafalan juz (Juz 30, 29, 28, 27, dan 01). 55 diantaranya lulus munaqosyah (penilaian) berdasarkan standar metode UMMI dan berhak mendapatkan sertifikat nasional.”

Kelas Tahfizhul Quran merupakan salah satu program unggulan di SDIT Al Furqon Jakarta Selatan. Sebagai sekolah unggul, berwawasan global, dan berkarakter Qur’ani, SDIT Al Furqon memiliki target untuk menghasilkan peserta didik yang memiliki pengetahuan dan Pemahaman Aqidah, Akhlak, Ibadah dan Muamalah; memiiki 20 Kepribadian karakter Islam Berbasis Al-Qur’an; memiiki kemampuan membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar; dan menargetkan peserta didik dengan Hafalan Al-Qur’an minimal 2 Juz.

SDIT Al Furqon berkomitmen untuk terus memperkuat program tahfidzul quran, diantaranya dengan penggunaan metode UMMI, sebuah metode membaca Alquran yang langsung memasukkan dan mempraktikkan bacaan tartil sesuai kaidah ilmu tajwid dengan menggunakan pendekatan bahasa ibu yang menekankan kasih. “Kami memastikan seluruh pengajar kelas tahfidzul qur’an juga sudah tersertifikasi” jelas Andriani.

“Selain itu, SDIT Al Furqon juga menerapkan kurikulum Project Based On Qur’an (PBOQ), sebuah pembelajaran yang berpusat pada peserta didik untuk melakukan suatu investigasi yang mendalam terhadap suatu topik atau masalah. Peserta didik secara konstruktif melakukan pendalaman ayat-ayat Quran dengan pendekatan berbasis riset terhadap permasalahan dan pertanyaan yang berbobot, nyata, dan relevan.” Imbuh Andriani

Wisuda tahfidzul Qur’an merupakan puncak dari proses pembelajaran Al-Qur’an yang dimulai dari kegiatan ziyadah (penambahan hafalan) dan murojaah (pengulangan hafalan) setiap harinya. Sebelum diputuskan sebagai peserta wisuda, setiap murid harus lulus melewati beberapa tahapan.

Agenda wisuda tahfidzul Qur’an dilaksanakan setiap tahun dengan tujuan untuk memotivasi dan memberikan apresiasi kepada murid-murid yang telah mengkhatamkan hafalan minimal dua juz. Acara wisuda berlangsung dengan khidmat dan disambut antusias oleh wali murid dan tamu undangan. (Red)

#Narahubung: Hanum Salsabila

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *