Hotnetnews.co.id || Prajurit Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Statis Batalyon Infanteri (Yonif) 122/Tombak Sakti (TS) membantu pelaksanaan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) dalam pemeriksaan kesehatan anak usia dini di Kampung Kibay Distrik Arso Timur, Kabupaten Keerom, Jayapura, Selasa (22/8/2023).
Dalam menjamin kualitas kesehatan anak usia dini di bawah lima tahun (Balita), Pos Kali Asin yang dipimpin Letda Inf Gatot Hanarto memastikan jajarannya siap membantu masyarakat Kampung Kibay dalam upaya menghindari terjangkitnya penyakit yang sering menyerang pada anak usia dini.
“Kami siap membantu Puskesmas dalam upaya mencegah terjadinya penyakit Polio dan Stunting pada anak usia dini khususnya di Kampung Kibay. Sebagaimana di Indonesia ini masih banyak ditemukannya kasus tersebut akibat ketidakpedulian orang tua dalam memperhatikan kesehatan putra/putrinya,” ujar Letda Inf Gatot Hanarto.
Selain itu, Letda Inf Gatot Hanarto menambahkan, masih tingginya angka penderita Stunting di 22 kabupaten di Provinsi Papua menjadi momok tersendiri bagi warga. “Kita tekan angka Stunting di Papua, kita pasti bisa,” katanya.
Seperti penekanan Dansatgas Mayor Inf Diki Apriyadi, tugas pokok Satgas Yonif 122/TS menjaga keutuhan wilayah perbatasan darat RI-PNG, juga mempunyai tugas tambahan yaitu seluruh prajurit melaksanakan kegiatan teritorial yang bersifat membangun, melayani, dan mengayomi masyarakat yang membutuhkan bantuan di tiap-tiap pos.
Sementara itu, disampaikan juga oleh perwakilan Puskesmas Pitewi, Lori (33), dirinya menyambut baik kehadiran Satgas di tengah masyarakat dalam membantu mengatasi kesulitan khususnya bidang kesehatan.
“Kami berterimakasih atas bantuan pelayanan Posyandu yang diberikan Satgas, kami berupaya menghindari penyakit Polio dan Stunting yang saat ini banyak menyerang anak di Indonesia,” katanya.
Sebagaimana pada awal tahun, Papua dikagetkan dengan adanya Kejadian Luar Biasa (KLB) Polio di Papua. “Meski dipertengahan tahun KLB dinyatakan sudah tidak ada, namun kita tetap berupaya mencegah terjadinya penyakit tersebut,” ucapnya. Puspen TNI
DeHa












