Scroll untuk baca artikel
BeritaBitungDaerahIndonesia

Polres Bitung dan Polsek Maesa Tangani Dugaan Pemalakan Disertai Penganiayaan terhadap Pelajar di Bitung

15
×

Polres Bitung dan Polsek Maesa Tangani Dugaan Pemalakan Disertai Penganiayaan terhadap Pelajar di Bitung

Sebarkan artikel ini

HotnetNews.co.id||Bitung — Kepolisian Resor Bitung melalui Satuan Reskrim dan Polsek Maesa bergerak cepat menangani dugaan tindak pidana pemalakan yang disertai penganiayaan terhadap seorang pelajar SMKN 2 Bitung. Peristiwa tersebut terjadi di area kantin samping sekolah, Kelurahan Bitung Barat Dua, Kecamatan Maesa, pada Senin (20/4/2026) sekitar pukul 10.15 WITA.

Korban diketahui bernama JK (17), yang saat itu tengah berada di kantin bersama sejumlah teman. Situasi yang awalnya berlangsung biasa berubah tegang ketika tiga terduga pelaku, yakni masing-masing inisial A, Y, dan M, datang menggunakan sepeda motor dan meminta sejumlah uang kepada para siswa.

Permintaan tersebut tidak diindahkan, hingga kemudian salah satu pelaku diduga melakukan kekerasan terhadap teman korban. Melihat hal itu, korban berupaya membela temannya, yang kemudian memicu perkelahian. Dalam insiden tersebut, terdapat dua korban yang mengalami luka.

Korban pertama seorang pelajar inisial JK akibat serangan menggunakan benda tajam jenis panah wayer sedangkan korban kedua dari pihak pelaku inisial A yang mengalami luka dikepala karena benturan benda keras dan korban segera dilarikan ke RS AL Bitung untuk mendapatkan penanganan medis.

Polisi yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi kejadian, mengamankan tempat kejadian perkara (TKP), serta mengumpulkan keterangan dari korban dan para saksi. Aparat juga tengah melakukan pencarian terhadap para terduga pelaku serta mengamankan barang bukti yang berkaitan dengan peristiwa tersebut.

Kapolres Bitung AKBP ALBERT ZAI.,SIK.,MH melalui Kasat Reskrim Ajun Komisaris Polisi Ahmad Anugrah, SIK., MH, menyampaikan bahwa Polres Bitung akan menangani kasus ini dengan baik dan tuntas berkolaborasi dengan Polsek Maesa.

Sementara itu Kapolsek Maesa, AKP Tuegeh Darus.,S.Sos memyampaikan bahwa pihaknya serius menangani kasus ini dan berkomitmen memberikan rasa aman bagi masyarakat, khususnya para pelajar.

BACA ARTIKEL  Penyerahan B1KWK Dari Partai Perindo Pasangan Ade Kuswara Kunang - Asep Surya Atmaja, Pilkada Kabupaten Bekasi

“Kami sangat prihatin atas kejadian ini. Polsek Maesa akan menindaklanjuti secara profesional dan tuntas. Kami juga mengimbau kepada seluruh pihak, terutama para pelajar, untuk menghindari tindakan kekerasan dan segera melaporkan setiap bentuk gangguan keamanan kepada pihak kepolisian,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya peran orang tua, pihak sekolah, dan lingkungan dalam melakukan pengawasan serta pembinaan terhadap generasi muda agar tidak terlibat dalam tindakan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Saat ini, korban dan salah satu terduga pelaku berinisian A yang juga mengalami luka telah mendapatkan perawatan medis.

Sementara itu, proses penyelidikan dan penyidikan terus berjalan guna mengungkap secara menyeluruh peristiwa tersebut serta memastikan para pelaku mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum yang berlaku.

Serangan Panah Wayer Lukai Siswa, Tuduhan SMK N 2 Bitung mencetak Premanisme Dipatahkan BITUNG – Pihak sekolah melalui salah satu tenaga pendidik, Fardhan Hidayah Hamsah, S.Pd., Gr, menyampaikan pernyataan tegas dan resmi menanggapi viralnya kasus pemukulan terhadap salah satu siswa yang terjadi baru-baru ini. Insiden tersebut ditegaskan murni melibatkan pihak luar dan tidak berkaitan dengan aktivitas internal sekolah. Dalam keterangan resminya, Fardhan Hidayah Hamsah menegaskan bahwa peristiwa yang menimpa siswa jurusan listrik hingga mengalami luka akibat panah wayer merupakan serangan dari sekelompok pemuda luar yang diduga dalam kondisi mabuk. “Perlu kami luruskan bahwa kejadian ini bukan dipicu oleh siswa di dalam sekolah, melainkan serangan dari pihak luar terhadap siswa yang saat itu sedang berada di lingkungan sekolah menunggu jadwal ujian,” tegasnya. Berdasarkan penjelasan, insiden terjadi saat sejumlah siswa berada di area sekolah usai sebagian lainnya dipulangkan karena jadwal Uji Kompetensi Keahlian (UKK). Tiba-tiba, sekelompok pemuda datang dan melakukan penyerangan, termasuk menggunakan panah wayer yang melukai salah satu siswa. Melihat rekannya terluka, siswa lain disebut melakukan pembelaan diri hingga terjadi aksi saling serang terhadap pelaku. Bantahan Keras terhadap Tuduhan Fardhan juga menanggapi serius pernyataan dari sebuah akun media sosial bernama “Ungke” yang menyebarkan sejumlah tudingan negatif terhadap sekolah. Ada tiga poin utama yang dibantah keras: 1. Tuduhan maraknya kekerasan oleh siswa di bawah umur Sekolah meminta pihak yang menuduh untuk menunjukkan bukti konkret terkait kejadian yang dimaksud, termasuk siapa pelaku dan korban. 2. Tudingan aktivitas menyimpang di lingkungan bengkel sekolah Pernyataan tersebut dinilai sangat serius dan tidak berdasar. Sekolah menegaskan tidak pernah ada praktik sebagaimana yang dituduhkan dan meminta klarifikasi serta bukti dari pihak yang menyebarkan informasi tersebut. 3. Stigma sekolah sebagai “sarang premanisme” Tuduhan ini disebut sebagai pernyataan yang tidak berdasar dan mencederai reputasi lembaga pendidikan yang telah lama berkontribusi mencetak tenaga kerja profesional. Rekam Jejak Prestasi Pihak sekolah menegaskan bahwa selama ini SMK di Bitung telah melahirkan banyak lulusan yang berkontribusi di berbagai sektor industri, baik di dalam maupun luar daerah. “Banyak alumni kami bekerja di sektor strategis seperti kelistrikan, otomotif, hingga industri nasional dan internasional. Bahkan ada yang bekerja di luar negeri, termasuk di Jepang,” jelas Fardhan. Selain itu, sekolah juga memiliki catatan prestasi nasional sejak era 1990-an, termasuk keberhasilan meraih juara tingkat nasional di bidang teknik bangunan. Pihak sekolah menegaskan tidak akan tinggal diam terhadap tuduhan yang dinilai mencemarkan nama baik. Langkah hukum terhadap oknum penyebar informasi disebut sedang dipersiapkan. “Kami mengingatkan agar masyarakat bijak dalam menggunakan media sosial. Tuduhan tanpa dasar tidak hanya merugikan, tetapi juga berpotensi berimplikasi hukum,” tegas Fardhan. Sekolah mengajak seluruh pihak untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi serta mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang aman dan kondusif. “Kami berharap kejadian ini menjadi pelajaran bersama. Fokus utama kami tetap pada pendidikan dan masa depan generasi muda,” tutup Fardhan Hidayah Hamsah, S.Pd., Gr. Sufaldi
Bitung

  BITUNG – Hotnet news.co.id Pihak sekolah melalui…