Karawang | Hotnetnews.co.id. Proyek pembangunan drainase Sumber Dana BANPROV TA. 2025, sepanjang 220 m x L. 0,30 m x T. 1 m pagu anggaran Rp. 98.000.000,- di Dusun Kaliasin RT.009 RW.002, Desa Segarjaya, Kecamatan Batujaya, Kabupaten Karawang, menuai sorotan tajam. Senin (22/12/2025)
Sebelumnya Proyek yang menelan anggaran Rp. 98.000.000,- dari Sumber Dana BANPROV tahun 2025 ini dikerjakan secara swakelola oleh Desa Segarjaya, tanpa papan informasi, Standar K3 begitupun kualitasnya dipertanyakan. (17/12)
Tim Media dan ANEX NAPOLEON Ketua PPBNI SATRIA BANTEN DPAC BATUJAYA yang melakukan investigasi di lapangan menemukan sejumlah indikasi penyimpangan. Proyek drainase tersebut diduga dikerjakan secara asal-asalan dan lebih mengutamakan keuntungan dari pada kualitas.
“Ya Bang sebelumnya pada tgl 16 Des 2025, tepatnya di hari Selasa begitu saya konfirmasi H.saripudin Kepala Desa Segarjaya Papan informasi proyek tersebut baru di pasang pada tgl 18 Des 2025 itupun di pasang asal-asalan. Lalu Pada tgl 19 Des 2025 Kondisi papan informasi menjadi tidak layak. Dan yang selanjutnya Pada tgl 20 Des 2025 Keadaan papan informasi menjadi semakin Buruk serta dalam Pelaksanaan pembangunan Tidak septi sehingga pada pelaksanaan proyek tersebut sampai memakan korban pengguna jalan (Masyarakat sekitar). Hal ini tentunya menimbulkan dugaan bahwa proyek tersebut di bangun dengan asal-asalan, hasil pembangunan proyek tersebut yang sudah selesai 1 Minggu pun kualitas nya patut di pertanyakan, “bebernya.
Berdasarkan pantauan di lapangan, material yang digunakan di bawah standar kelayakan konstruksi. Parahnya lagi, di beberapa titik drainase baru empat hari adukan semen rapuh hancur (meropol), “Terlihat pemasangan adukan dan batu kali dalam kondisi air tidak di keringkan terlebih dahulu. Hal ini menimbulkan dugaan bahwa proyek tersebut dikerjakan asal jadi.

Proyek drainase yang baru dibangun ini menjadi indikator kuat adanya dugaan penggunaan dan proses pengerjaan yang tidak sesuai standar, serta pengurangan volume yang berpotensi menimbulkan indikasi korupsi
Hal ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai pengawasan dari pihak terkait, maupun Kecamatan Batujaya. Diduga, lemahnya pengawasan turut berkontribusi pada rendahnya kualitas proyek ini.
Anggaran puluhan juta rupiah yang digelontorkan dari BANPROV seharusnya menghasilkan infrastruktur yang berkualitas. Namun, realita di lapangan justru menunjukkan sebaliknya. Kondisi ini menimbulkan kerugian bagi masyarakat Desa Segarjaya yang seharusnya menikmati manfaat dari pembangunan proyek drainase tersebut.
ANEX NAPOLEON Ketua PPBNI SATRIA BANTEN DPAC BATUJAYA mendesak kepada dinas terkait Pemerintah Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat untuk segera melakukan investigasi dan crosscheck ulang menyeluruh terhadap proyek ini. Kami meminta agar pihak berwenang menindak tegas para pihak yang tidak bertanggung jawab atas dugaan penyimpangan dan memastikan perbaikan drainase yang tidak sesuai standar teknis,” tegasnya
Kejelasan dan transparansi terkait penggunaan Anggaran Dana BANPROV juga menjadi tuntutan penting bagi masyarakat penerima manfaat, agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Desa Segarjaya, belum memberikan keterangan resmi terkait temuan di lapangan saat dikonfirmasi. Justru sebaliknya, Kades sulit ditemui wartawan untuk dikonfirmasi agar pemberitaan berimbang, dugaan kuat Kades alergi kepada wartawan. [ Ksm/JL/Tim]












