Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
BeritaJakarta RayaPeristiwa

Tragis !! Tewasnya Seorang Wartawan diduga Awal dari Pemberitaan Bos Pengelola Lapak Judi

368
×

Tragis !! Tewasnya Seorang Wartawan diduga Awal dari Pemberitaan Bos Pengelola Lapak Judi

Sebarkan artikel ini

Hotnet News.co.id || JAKARTA, Ketua Divisi Bidang Advokasi Aliansi Jurnalis Independen Jakarta (AJI Jakarta) Erick Tanjung membeberkan kronologi sebelum Rico Sampurna Pasaribu tewas karena kebakaran di rumahnya.

Berdasarkan temuan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sumatera Utara, Rico sempat bertemu dengan oknum aparat pada malam hari sebelum rumahnya terbakar.

Erick menerangkan, kejadian kebakaran di rumah Rico terjadi pada Kamis, 27 Juni 2024 dini hari pukul 03.00 WIB. Sebelum kejadian, Rabu malam, 26 Juni 2024, Rico dan rekannya bertemu dengan oknum aparat yang diduga pengelola lapak judi.

Jadi kejadiannya hari kebakaran rumahnya Kamis dini hari pukul 03.00, tanggal 27 Juni 2024. Nah, Rabu malam tanggal 26 Juni, temuan tim di lapangan, korban ditemani rekannya sempat bertemu dengan oknum aparat yang diduga pengelola lapak judi. Yang sebelumnya itu dia tulis dalam berita,” kata Erick saat jumpa pers di Dewan Pers, Jakarta, Selasa (2/7/2024).

“Jadi ketemu di suatu tempat, membicarakan terkait berita. Jadi diminta untuk menghapus beritanya dan postingannya itu,” tambahnya.

Erick mengatakan, berita Rico terbit di Tribrata TV pada Senin, 22 Juni 2024 tentang perjudian yang marak terjadi di Kabupaten Karo, Sumatera Utara

“Dan di sana menyebut dengan terang ada oknum aparat yang menjadi pengelola lapak judi tersebut. Terkait pemberitaan itu kami menduga salah satu penyebab dia mengalami rumahnya dibakar dan terjadilah satu keluarga meninggal di rumah itu,” beber Erick

Dia menambahkan, tim investigasi KKJ telah menemui rekan korban di media Tribrata TV, mulai dari atasan redaksi hingga rekan di lapangan, termasuk kepala biro Tribrata TV di Kabupaten Karo

Selain itu, tim juga menemui saksi-saksi kunci dari keluarga korban. Hampir semuanya memberikan keterangan serupa bahwa sebelum kejadian Rico ketakutan karena dicari-cari akibat pemberitaannya.

“Hampir semuanya menyebutkan memberikan keterangan serupa, bahwa sebelum kejadian itu korban menceritakan agak was was dan ketakutan karena dicari-cari terkait berita yang telah dia terbitkan, dan berita itu juga diposting di Facebook pribadi Sampurna,” terangnya

“Kuat dugaan dari temuan tim lapangan terkait itu (pemberitaan perjudian). Sampai sekarang tim masih mengumpulkan fakta-fakta, bukti-bukti terkait yang mengarah dengan kejadian dugaan pembakaran rumah tersebut yang mengakibatkan meninggalnya 4 orang dalam satu keluarga itu,” pungkas Erick

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *