Scroll untuk baca artikel
BeritaJakartaKab. Merangin

Atap Seng Berlubang, Karpet Pun Tak Cukup: Pesantren Nurul Athfal Merangin Menanti Uluran Tangan Pemerintah dan Dermawan

44
×

Atap Seng Berlubang, Karpet Pun Tak Cukup: Pesantren Nurul Athfal Merangin Menanti Uluran Tangan Pemerintah dan Dermawan

Sebarkan artikel ini

Belajar di Bawah Atap Seng dan Fasilitas Minim, Santri Nurul Athfal Tetap Semangat Menuntut Ilmu

MERANGIN, JAMBI – Di balik kesederhanaan dan keterbatasan yang ada, para santri Pondok Pesantren Nurul Athfal di Desa Simpang Limbur Merangin, Kecamatan Pamenang Barat, Kabupaten Merangin, tetap semangat menuntut ilmu agama dan menghafal Al-Qur’an.

Saat awak media berkunjung ke lokasi, Senin 8/6/2026 kondisi pesantren terlihat cukup memprihatinkan. Beberapa bangunan masih menggunakan atap seng dan konstruksi kayu seadanya. Ruang belajar dan asrama membutuhkan renovasi agar lebih layak dan nyaman bagi para santri dan santriwati.

Tidak hanya itu, pesantren juga mengalami kekurangan fasilitas penunjang pendidikan. Karpet atau alas belajar untuk para santri masih sangat terbatas, sementara sarana teknologi yang dimiliki hanya satu unit laptop yang digunakan secara bergantian untuk mendukung kegiatan belajar mengajar.

Meski hidup dalam keterbatasan, para santri menunjukkan semangat kemandirian yang luar biasa. Mereka turut bergotong royong membantu pembangunan dan perbaikan fasilitas pesantren dengan tenaga mereka sendiri.

“Anak-anak santri di sini sangat mandiri dan kreatif. Banyak pekerjaan pembangunan yang mereka kerjakan bersama. Namun kondisi pesantren kami memang masih jauh dari kata layak. Karena itu kami berharap ada perhatian dari pemerintah dan para dermawan agar pesantren ini bisa berkembang seperti pondok-pondok lainnya,” ungkap Buya Bujang kepada wartawan.

Senada dengan itu, Ketua Pondok Pesantren Nurul Athfal, Buya Maawiyah, mengajak pemerintah, masyarakat, dan para dermawan untuk bersama-sama membantu pembangunan fasilitas pesantren demi masa depan generasi Islam yang lebih baik.

Menurutnya, pesantren tidak hanya menjadi tempat pendidikan agama, tetapi juga tempat membentuk karakter, akhlak, dan kemandirian generasi muda. Dengan dukungan berbagai pihak, para santri akan memiliki sarana belajar yang lebih layak sehingga dapat menimba ilmu dengan nyaman.

BACA ARTIKEL  LSM GBR dan JPDN Desak Kapolres Metro Bekasi Segera Proses Kasus Pengeroyokan Libatkan Oknum Anggota DPRD Kab. Bekasi

“Kami memohon kehadiran dan perhatian pemerintah serta para dermawan. Harapan kami sederhana, agar para santri dapat belajar dan beribadah di lingkungan yang lebih aman, nyaman, dan layak seperti pesantren-pesantren lainnya,” ujar Buya Maawiyah.

Saat ini, sejumlah fasilitas yang membutuhkan perhatian antara lain asrama santri putra dan putri, ruang belajar, sarana air bersih dan sanitasi, serta berbagai fasilitas penunjang pendidikan lainnya.

Bagi masyarakat yang ingin membantu pembangunan dan renovasi Pondok Pesantren Nurul Athfal, donasi dapat disalurkan melalui rekening resmi pesantren:

Bank Mandiri No. Rekening: 110.00.1600708.7 Atas Nama: Pondok Pesantren Nurul Athfal

Harapan besar kini tertuju kepada pemerintah dan para dermawan agar pesantren yang telah mendidik generasi penerus bangsa ini dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. [Red]