Scroll untuk baca artikel
BeritaKabupaten BekasiPendidikan

Sekolah Butuh Dana CSR untuk Kembangkan Pendidikan, APKS PGRI Minta Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi Jadi Fasilitator dengan Pihak Perusahaan

2977
×

Sekolah Butuh Dana CSR untuk Kembangkan Pendidikan, APKS PGRI Minta Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi Jadi Fasilitator dengan Pihak Perusahaan

Sebarkan artikel ini

Hotnetnews.co.id || Wakil Ketua Asosiasi Profesi dan Keahlian Sejenis (APKS) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Bekasi, Insanul Kamil mengatakan, sekolah membutuhkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) untuk mengembangkan sarana dan prasarana serta program pendidikan yang ada di sekolah.

“Kita sudah menerima laporan dari kepala sekolah yang tergabung di K3S merasa kebingungan untuk kegiatan-kegiatan yang terkendala dengan dana BOS dan lainnya untuk mengembangkan program-program yang ada di sekolah,” ujar pada Selasa (8/8/2023).

Dikatakannya, CSR bisa menjadi alternatif untuk membantu program-program di sekolah yang tidak tercover oleh biaya, baik yang berasal dari APBD maupun APBN. Meskipun diakui saat ini ada beberapa perusahaan yang peduli dengan kemajuan sekolah di Kabupaten Bekasi.

“Mungkin saat ini bantuannya sangat terbatas, padahal saat ini memiliki 700 sekolah. Andai saja satu perusahaan menjadi bapak asuh bagi satu sekolah itu sudah sangat membantu kemajuan sekolah tersebut. Apalagi kita memiliki ribuan perusahaan, ” tambah penggiat Seni Ujungan ini.

Dikatakannya saat ini proposal pihak sekolah terkendala dengan bentuk dan jenis kegiatan yang tidak sinkron atau tidak sama dengan CSR yang diberikan perusahaan. Sehingga dibutuhkan pendataan yang lebih akurat dengan CSR yang tersedia.

Maka Dinas Pendidikan harus menjadi fasilitator dengan pihak perusahaan dan pihak sekolah.

“Saya pikir Disdik harus ambil peran membentuk Pokja atau semacamnya sehingga proposal masuk satu pintu, begitu juga bantuan bisa disalurkan sesuai dengan kebutuhan pihak sekolah. Selain itu sekolah memerlukan pendampingan dan bimbingan sehingga pelaporan tidak jauh atau tidak melanggar aturan yang telah ditentukan ,” imbuhnya.

Di samping itu dukungan masyarakat dan stakeholder lainnya sangat dibutuhkan untuk mengembangkan dunia pendidikan di Kabupaten Bekasi khususnya yang berkenaan dengan program bapak asuh atau satu perusahaan satu sekolah. Termasuk di dalamnya DPRD, pihak perusahaan dan para pemangku kebijakan lainnya.

BACA ARTIKEL  Hadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin 2023, Ini Pesan Pj Bupati Bekasi

“Buat perusaahan yang ada di Kabupaten Bekasi, sekolah kami masih sangat membutuhkan uluran perusahaan CSR dalam mengembangkan sarana prasarana serta kegiatan dalam pendidikan sehingga bisa lebih optimal dan produk yang dihasilkan dari sekolah untuk dunia perusahaan lebih baik lagi,” terangnya.

DH.