HotnetNews.co.id||TALIABU – Di sudut sunyi Taliabu Timur Selatan, tepatnya di Desa Kawadang, lahir sebuah cerita yang seharusnya menggugah nurani banyak pihak. Bukan tentang kekuasaan, bukan pula tentang proyek miliaran, tetapi tentang selembar kertas, sebatang pensil, dan tangan kecil penuh bakat milik seorang anak SMP bernama Nafa.12/04/26
Di usianya yang masih belia, Nafa telah menunjukkan sesuatu yang tidak semua orang miliki: ketajaman rasa, ketekunan, dan bakat seni yang luar biasa. Lewat goresan pensilnya, ia mampu menghadirkan sosok Ibu Gubernur Maluku Utara dengan detail yang memukau bukan sekadar gambar, tapi ekspresi jiwa yang hidup di atas kertas.
Ini bukan bakat biasa. Ini adalah potensi.
Namun pertanyaannya sederhana, sekaligus mengusik: apakah bakat seperti ini akan dibiarkan tumbuh sendiri, atau justru perlahan hilang karena kurangnya perhatian?
Sejarah telah berulang kali menunjukkan, banyak anak daerah dengan talenta besar justru tenggelam dalam keterbatasan. Bukan karena mereka tidak mampu, tetapi karena tidak ada yang benar-benar melihat, apalagi mendukung.
Nafa adalah potret nyata bahwa Kepulauan Taliabu tidak kekurangan generasi berbakat. Yang kurang adalah keberpihakan.
Pemerintah daerah seharusnya tidak hanya sibuk dengan angka-angka dan laporan seremonial. Di balik itu semua, ada masa depan yang sedang tumbuh diam-diam, tanpa sorotan.
Anak-anak seperti Nafa membutuhkan ruang, pembinaan, bahkan sekadar pengakuan agar mereka tahu bahwa apa yang mereka lakukan itu berarti.
Bayangkan jika bakat ini diasah dengan serius. Bukan tidak mungkin, suatu hari nanti nama Nafa akan dikenal bukan hanya di Taliabu, tetapi di tingkat nasional, bahkan internasional. Ia bisa menjadi wajah baru seni dari daerah, membawa nama Taliabu dengan cara yang berbeda lebih halus, tapi jauh lebih membekas.
Bahwa di tengah hiruk-pikuk kepentingan, ada masa depan yang sedang menunggu disentuh. Jangan sampai kita baru menyadari nilainya ketika semuanya sudah terlambat.
Untuk Nafa, teruslah berkarya. Dunia mungkin belum sepenuhnya melihatmu hari ini, tetapi setiap goresanmu adalah langkah menuju masa depan besar.
Dan untuk pemerintah: jangan biarkan bakat ini berjalan sendiri. Karena jika gagal dijaga, yang hilang bukan hanya satu anak berbakat tetapi satu harapan daerah














