Kab. Bekasi | HOTNET NEWS.CO.ID
Kepala Kordinator lapangan Jawa – Barat LSM Suara Independen Rakyat Adil ( SIRA ) Yusuf Supriatna Geram dengan adanya pembangunan saluran air kobak dua Kampung Pisangbatu,Desa Karangsegar,Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, dalam pekerjaannya acak kadut alias Amburadul dan asal jadi.
Dihadapan awak Media Online Selasa 29 April 2025, saat dilokasi kegiatan Yusuf Supriatna menyampaikan
“Parah…!! pembangunan saluran air yang berasal dari Dinas PSDA/DSDABMBK ini saya duga dikerjakan oleh pelaksana dan kontraktor nakal.Pasalnya dalam kegiatan pemasangan batu tidak menggunakan sepatu sebagai pondasi, dan batu juga hanya ditumpuk tanpa adanya adukan, sehingga dalam penyusunannya banyak sela dan longgar atau space,”jelas Yusuf.

Masih sambung Yusup,”pembangunan saluran air ini dinilai tidak sesuai spesifikasi kegiatan, tidak adanya cerucuk bambu sebagai pegangan dan penahan bangunan agar tidak roboh, apalagi tidak menggunakan sepatu sebagai pondasi hanya batu yang digeletakan di topang di galengan pesawahan tersusun para pekerjanya pun tidak di lengkapi APD (Alat Pelindung Diri ) bahkan telanjang kaki alis nyeker,”terangnya.

“Anggaran yang begitu fantastis yang digelontorkan melalui Dinas DSDABMBK dengan nilai anggaran Rp.489.962.600; sangat besar nilainya tapi dengan hasil yang Miris dan memprihatinkan.
CV.ABIZAR ALFARIZKY PERSADA sebagai kontraktor harus bertanggung jawab dengan kegiatan pembangunan ini, diduga jangan sekedar mencari keuntungan besar dan seenaknya tanpa memikirkan kualitas pembangunan, tentunya dengan hasil sedemikian buruknya masyarakat dirugikan, karena saluran air ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat petani,”papar Yusuf.
“Saya meminta ketegasan dari PPTK, Konsultan dan Pengawas untuk segera lakukan kroscek kegiatan, jangan berdiam diri dan beri teguran kepada kontraktor nakal.Bila perlu sebagai peringatan bagi kontraktor lain agar tidak lakukan kecurangan dalam sebuah kegiatan kalau perlu Black List saja CV /PT nya agar memberikan efek jera bagi kontraktor curang,”tegas Yusuf Supriatna. [ Her.SÂ ]












