HotnetNews.co.id||Jakarta~ Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi atau memberi contoh oleh pemimpin kepada pengikutnya dalam upaya mencapai tujuan . Cara alamiah mempelajari kepemimpinan adalah “melakukanya dalam kerja” dengan praktik seperti pemagangan pada seorang seniman, ahli pengrajin, atau praktisi. Dalam hubungan ini sang ahli diharapkan sebagai bagian dari perannyamemberikan pengajaran/instruksi. Ciri-ciri seorang pemimpin kebanyakan orang masih cenderung mengatakan bahwa pemimipin yang efektif mempunyai sifat atau ciri-ciri tertentu yang sangat penting misalnya, kharisma, pandangan ke depan, daya persuasi,dan intensitas. Dan memang, apabila kita berpikir tentang pemimpin yang heroik seperti Napoleon,Washington, Lincoln, Churcill, Sukarno, Jenderal Sudirman, dan sebagainya kita harus mengakuibahwa sifat-sifat seperti itu melekat pada diri mereka dan telah mereka manfaatkan untuk mencapai tujuan yang mereka inginkan.

Kita tau beberapa hari yang lalu setelah pasca pelantikan sampai saat ini banyak sekali transformasi Kebijakan buat masyarakat yang dilakukan oleh Gubernur Jawa Barat yakni Kang H. Dedi Mulyadi, S.H, Dari awal Pelantikan sampai sekarang melakukan Kebijakan disektor Pendidikan dengan membuat Larangan Study Tour dan Penghapusan Wisudah dari TK hingga SMA hingga ada Penonaktifan Kepala Sekolah di Jawabarat karena melanggar Kebijakan Tersebut. Kebijakan ini bertujuan menghindari Potensi Kecelakaan dan Mengurangi beban biaya terhadap siswa dan orang tua, namun kebijakan itu berdampak pada sektor pariwisata Edukatif serta Pelaku UMKM yang selama ini bergantung pada kunjungan pelajar tetapi akan meningkatkan pariwisata diwilayah Jawa Barat karena kebijakan ini diimbau untuk tetap diarea Jawabarat. Sebuah Kebijakan tentunya memiliki Dampak Positif maupun Negatif, Dengan adanya Kebijakan ini di ikuti juga disalah satu Bupati di Provinsi Sumatera Selatan yakni Bupati Kabupaten Muara Enim bapak H. Edison, S.H.,M.Hum yang baru-baru ini mengeluarkan Surat Edaran Nomor: 420/1392/DISDIKBUD.ME-1/2025 yang mana dalam surat Ederan tersebut secara Umum berisikan Melarang Melakukan Studytour Keluar Daerah, Melakukan kegiatan Perpisahan atau Wisudah diluar Lingkungan Sekolah , Apabila didalam Lingkungan Sekolah tidak secara megah-megah dan tidak membebani orang tua, dan juga dilarang menahan Ijazah dengan alasan apapun serta melakukan Pungutan Liar.
Melihat sosok Ketegasan sang pemimpin Jawabarat ini ia melakukan Pembongkaran Wahana Rekreasi milik BUMD milik Pemerintah Provinsi Jawabarat karena adanya Pelanggaran Izin Pengelolaan Lahan. Area wisata tersebut diketahui Mencaplok lahan hingga lebih dari tiga kali lipat izin yang diberikan. Tindakan tegas ini diambil meskipun pengelolanya merupakan bagian dari entitas milik Pemerintah Daerah. Menurut KDM tindakan ini dimaksudkan untuk memberi contoh bahwa aturan harus berlaku tanpa pandang bulu. Dari kebijakan ini juga tentunya banyak sekali mata melihat dengan perkembangan teknologi yang tersebar luas dapat diakses bakal menjadi contoh bagi Pemimpin Daerah yang lainnya untuk Tegas terhadap apapun yang tidak sesuai dengan aturan tanpa Pandang Bulu.
Kebijakan ketiga dalam menata ruang publik Kang Dedi Mulyadi Membuat Larangan Pungutan Jalan Raya meskipun banyaknya perdebatan dengan kebijakan ini tetap kang Dedi Mulyadi kokoh dengan Kebijakannya, Meminta Kepala Daerah Kabupaten dan Kota Menertibkan Praktik Penggalangan dana di Jalan, termasuk atas nama pembangunan Ibadah, Menurutnya Pengumpulan dana semacam itu berpotensi menganggu ketertiban lalu lintas dan ruang publik. Kebijakan Keempat Membentuk Karakter Generasi Penerus Jawabarat dengan Pengiriman Anak Nakal Kebarak Militer, Kebijakan ini juga tentu menuai pro dan kontra namun karena Kang Dedi Mulyadi memiliki Kepemimpinan yang cakap dia tetap dengan Kebijakannya mengirim anak-anak yang nakal ke Barak Militer supaya membentuk Karakter Disiplin, Membentuk nilai Persatuan, dan Nasionalisme serra menjauhi Tindakan Kriminalisme.Ketika Program ini berhasil Kang Dedi Mulyadi akan menerapkan juga ke Warga Jawabarat lainnya serta para guru-guru. Kebijakan ini juga di akan diikuti Oleh Pemimpin Daerah lainnya yakni Oleh Gubernur Sumatera Utara dan Gubernur Bengkulu serta Walikota Palembang.
Kebijakan Keempat Penataan Anggaran Daerah dan Kebijakan Lingkungan , Kang Dedi Mulyadi juga menerapkan kebijakan Efisiensi anggaran , Termasuk Penghapusan Belanja Pakaian Dinas dan Pembatalan Perjalanan Dinas Luar negeri senilai Rp.1.5 Miliar. Ia juga memangka anggaran perjalanan dalam negeri secara signifikan. Efisiensi ini diklaim telah mencapai angka Rp. 5 Trilin dan dana yang dihemat dialihkan ke Sektor Pendidikan dan Infrastruktur. Untuk Penataan Ruang dan Lingkungan, ia menjalin kerja sama dengan Kementerian ATR/BPN guna menormalisasi sempadan sungai dan menjadikan sebagai aset negara. pemerintah Provinsi juga berencana membangun seribu unit rumah apung membantu warga terdampak banjir di Wilayah Bekasi. Dengan kebijakan ini kita melihat Kang Dedi Mulyadi memangkas secara besar-besaran anggaran yang memiliki nilai fungsi yang kecil diahlikan untuk nilai fungsi yang besar yakni Pendidikan dan Infrastruktur. Serta juga memiliki nilai Kepemimpinan yang Cerdik dan Kolaboratif. Tidak hanya itu akhir-akhir bulan romadhon dengan tegas kang Dedi Mulyadi menindak pemerasan olehbkelompok yang mengatasnamakan organisasi Masyarakat menjelang hari Raya sehingga terjadilah banyak ormas yang mengancam gubernur Jawabarat ini dan tentunya masyarakat Jawabarat telah merasakan citra positif kepala daerahnya dan tentunya mereka selalu siap mengawal setiap kebijakan secara aman dan tuntas.
“Melihat dengan keadaan sekarang banyak sekali masyarakat kecewa dengan pimpinan kepala daerahnya karena banyak kebijakan itu tidak berpihak kepada masyarakat, melihat adanya sosok Kang Dedi Mulyadi ini menjadi ajang transformasi buat kepala daerah yang lainnya, sudah beberapa ingin mengikut jejak kebijakan gubernur Jawa Barat ini semoga Kepala Daerah yang ada di Indonesia berInovasi buat kebijakan untuk masyarakat seutuhnya, jangan Takut untuk bertindak sesuai aturan, walaupun banyak hantaman gelombang yang besar dengan kebijakan yang dibuat , tetaplah kokoh melewati semuanya, Rakyat telah memilih kalian semua, gunakan kepercayaan yang telah diberikan rakyat dengan sepenuhnya”, Ujar Muchammad Agung Pratama, S.M.,C.HRA Kabid P3A HMI Komisariat UT Cabang Jakpustara sekaligus Wakil Pimpinan Redaksi Media HotnetNews.co.id












