Scroll untuk baca artikel
BeritaHimpunan Mahasiswa IslamPalembang

HMI Komisariat Ushuluddin UIN RF: Bencana Sumatera Adalah Panggilan Tauhid untuk Menjaga Alam

178
×

HMI Komisariat Ushuluddin UIN RF: Bencana Sumatera Adalah Panggilan Tauhid untuk Menjaga Alam

Sebarkan artikel ini

HotnetNews.co.id||PALEMBANG~ Menanggapi rentetan bencana alam yang melanda wilayah Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh dalam beberapa hari terakhir, Ketua Umum HMI Komisariat Ushuluddin UIN Raden Fatah Palembang, Taufiqurrahman, menyampaikan keprihatinan mendalam sekaligus kritik reflektif berbasis nilai-nilai keislaman.
Dalam keterangannya hari ini (19/12), Taufiqurrahman menegaskan bahwa musibah banjir dan tanah longsor yang terjadi bukan sekadar fenomena alam biasa, melainkan sebuah peringatan keras mengenai hubungan manusia dengan sang Pencipta dan alam semesta.

*Ekoteologi: Alam Sebagai Ayat Kauniyah*
Menurut Taufiq, sapaan akrabnya, dalam perspektif Ekoteologi Islam, alam adalah manifestasi dari keberadaan Allah (Ayat Kauniyah). Kerusakan yang terjadi di berbagai titik di Sumatera merupakan indikasi adanya ketimpangan dalam amanah Khalifah fil Ardh.
> “Islam mengajarkan bahwa manusia adalah penjaga alam, bukan penguasa yang destruktif. Bencana di Sumut, Sumbar, dan Aceh harus kita lihat sebagai cermin bahwa ada keseimbangan ekosistem yang terganggu akibat tangan-tangan manusia yang mengabaikan nilai ketauhidan dalam berinteraksi dengan lingkungan,” ujar Taufiq.
>

*NDP HMI sebagai Landasan Etis*
Taufiq juga mengaitkan kondisi ini dengan Nilai Dasar Perjuangan (NDP) HMI, khususnya pada bab mengenai Kemanusiaan dan Kemasyarakatan. Ia menekankan bahwa kader HMI harus memiliki sensitivitas sosial terhadap penderitaan rakyat.
*Nilai Ketauhidan*: Menyadari bahwa merusak alam sama saja dengan mendustakan nikmat Allah.
*Keadilan Sosial*: Bencana alam seringkali memukul kelompok masyarakat ekonomi lemah paling keras. Negara dan individu bertanggung jawab atas keselamatan mereka.
*Ikhtiar*: Penanggulangan bencana tidak cukup dengan doa, tapi harus dengan kebijakan lingkungan yang saintifik dan berpihak pada keberlanjutan.

*Seruan Aksi*
Di akhir narasinya, Taufiqurrahman mengajak seluruh kader HMI dan masyarakat umum untuk:
1. Solidaritas Kemanusiaan: Menyalurkan bantuan materi maupun doa bagi saudara-saudara di wilayah terdampak.
2. Reposisi Sikap: Mendorong pemerintah daerah di Aceh, Sumut, dan Sumbar untuk mengevaluasi kebijakan tata ruang dan perizinan industri yang mengeksploitasi hutan secara berlebihan.
3. Dakwah Ekologis: Menjadikan isu lingkungan sebagai materi dakwah yang krusial di mimbar-mimbar agama.
“Bencana ini adalah momentum bagi kita untuk kembali ke titah NDP. Bahwa perjuangan HMI tidak hanya di ruang intelektual dan politik, tapi juga pada perjuangan menyelamatkan ekosistem demi keberlangsungan hidup umat manusia,” tutupnya.

BACA ARTIKEL  HMI Kritisi Potensi Kenaikan Harga BBM di Tengah Lonjakan Harga Minyak Dunia