Scroll untuk baca artikel
BeritaDaerahIndonesiaKab. Pulau Taliabu

KPT Taliabu Ultimatum Kejati Malut: Hentikan Permainan Kasus atau Rakyat Bergerak!

51
×

KPT Taliabu Ultimatum Kejati Malut: Hentikan Permainan Kasus atau Rakyat Bergerak!

Sebarkan artikel ini

HotnetNews.co.id||TALIABU — Amarah pemuda tak lagi bisa dibendung. Komite Pemuda Taliabu (KPT Taliabu) secara terbuka melayangkan seruan aksi keras yang menohok langsung kinerja aparat penegak hukum, khususnya Kejaksaan Tinggi Maluku Utara.

Dalam pernyataan resminya, KPT menuding adanya ketidakprofesionalan serius dalam penanganan kasus-kasus besar di Pulau Taliabu. Mereka menilai hukum tidak lagi berjalan lurus, melainkan “dipilih-pilih” sesuai kepentingan.

“Kejati Maluku Utara wajib profesional — bukan jadi alat pilih kasus!” tegas KPT dalam seruannya.

Sorotan utama mengarah pada mandeknya penanganan dugaan korupsi Dana Desa (ADD) yang hingga kini belum menunjukkan kepastian hukum. Bagi KPT, ini bukan sekadar kelambanan, tetapi indikasi kuat pembiaran yang disengaja.

“Segera tuntaskan tunggakan kasus ADD Pulau Taliabu! Hentikan pembiaran! Jangan biarkan hukum mati tanpa kepastian!”

Tak hanya itu, KPT juga menuntut pengusutan total terhadap kasus ISDA yang dinilai belum tersentuh secara serius.

Mereka menegaskan, tidak boleh ada pihak yang dilindungi.

“Usut tanpa ampun kasus ISDA! Bongkar sampai ke akar! Siapapun pelakunya, wajib diadili!”

Nada pernyataan semakin memanas ketika KPT menyatakan bahwa kesabaran publik telah habis. Mereka menilai praktik “permainan hukum” telah merusak kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum.

“Cukup sudah pembiaran! Cukup sudah permainan hukum!”

Sebagai bentuk tekanan nyata, KPT menyerukan aksi besar-besaran yang akan digelar:

Hari/Tanggal: Senin, 13 April 2026

Waktu: 08.00 WIT – selesai

Lokasi: Bundaran Bobong

Aksi ini dipastikan akan menjadi gelombang tekanan publik terhadap aparat hukum di Maluku Utara.

Jenderal Lapangan aksi, Faldin Kafilah, menegaskan bahwa gerakan ini bukan sekadar unjuk rasa biasa, melainkan perlawanan moral terhadap ketidakadilan.

“Suara pemuda adalah suara rakyat! Hukum harus tegak tanpa pandang bulu!”

BACA ARTIKEL  KPK Resmi Umumkan 3 Tersangka Kasus di Kementan

Dengan tensi yang terus meningkat, aksi ini berpotensi menjadi titik balik perlawanan masyarakat Taliabu terhadap dugaan mandeknya penegakan hukum. Jika tuntutan ini kembali diabaikan, bukan tidak mungkin gelombang protes akan semakin besar dan meluas.

Satu pesan yang kini menggema dari Taliabu:

Tuntaskan, atau bersiap menghadapi perlawanan rakyat.