Scroll untuk baca artikel
Bekasi

Slamet Riyadi Soroti SPMB Jalur Afirmasi, Masyarakat Miskin Banyak Terkendala Kurangnya Pemahaman Sistem Desil

55
×

Slamet Riyadi Soroti SPMB Jalur Afirmasi, Masyarakat Miskin Banyak Terkendala Kurangnya Pemahaman Sistem Desil

Sebarkan artikel ini

Bekasi, HotnetNews.co.id

18 Juni 2026 – Pimpinan Umum media online HotnetNews, Slamet Riyadi, menyoroti pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) khususnya pada jalur afirmasi yang diperuntukkan bagi keluarga kurang mampu. Menurutnya, masih banyak masyarakat miskin yang menjadi korban ketidakpahaman terhadap aturan dan prosedur pendaftaran yang menggunakan sistem penilaian berdasarkan Desil.

Slamet Riyadi menilai bahwa penerapan sistem digital dalam proses SPMB memang bertujuan untuk menciptakan transparansi dan ketepatan sasaran. Namun di sisi lain, masih banyak masyarakat, terutama di tingkat bawah, yang belum memahami apa itu Desil, bagaimana status Desil ditentukan, dan bagaimana pengaruhnya terhadap peluang anak untuk diterima melalui jalur afirmasi.

“Jangan sampai anak-anak dari keluarga yang secara nyata hidup dalam keterbatasan ekonomi justru gagal mendapatkan hak pendidikan hanya karena orang tuanya tidak memahami sistem digital dan mekanisme Desil yang diterapkan dalam pendaftaran sekolah,” ujar Slamet Riyadi kepada awak media.

Menurutnya, pemerintah daerah bersama dinas terkait perlu melakukan sosialisasi secara masif hingga tingkat RT dan RW agar masyarakat memahami syarat-syarat yang berlaku dalam jalur afirmasi. Dengan adanya sosialisasi yang jelas, orang tua dapat mengetahui status kesejahteraan keluarganya sebelum melakukan pendaftaran sekolah.

Diketahui, dalam sistem SPMB jalur afirmasi, kuota penerimaan diprioritaskan bagi keluarga yang terdata dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) atau basis data kesejahteraan pemerintah. Secara umum, penerima jalur afirmasi berada pada kategori Desil tertentu yang telah ditetapkan pemerintah daerah.

Desil sendiri merupakan sistem pengelompokan tingkat kesejahteraan masyarakat. Semakin kecil angka Desil, maka semakin rendah tingkat kesejahteraan ekonomi keluarga tersebut. Sebagai contoh, keluarga yang masuk dalam Desil 1 termasuk kelompok paling miskin dan menjadi prioritas utama dalam berbagai program bantuan sosial pemerintah.

Dalam praktiknya, sistem pendaftaran SPMB akan melakukan verifikasi otomatis berdasarkan data yang telah terintegrasi. Pendaftar yang status sosial ekonominya berada di luar rentang Desil yang dipersyaratkan untuk jalur afirmasi dapat dinyatakan tidak memenuhi syarat oleh sistem, meskipun dalam kehidupan sehari-hari keluarga tersebut merasa berada dalam kondisi ekonomi yang sulit.

Kondisi inilah yang menurut Slamet Riyadi perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah. Ia berharap adanya evaluasi sekaligus peningkatan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak terjadi kesalahpahaman yang berujung pada hilangnya kesempatan anak-anak untuk mengenyam pendidikan.

“Pendidikan adalah hak setiap anak bangsa. Pemerintah harus memastikan bahwa sistem yang dibuat benar-benar dipahami masyarakat. Sosialisasi hingga tingkat RT sangat penting agar tidak ada lagi anak yang gagal sekolah hanya karena ketidaktahuan orang tuanya terhadap sistem Desil dan mekanisme pendaftaran digital,” tegasnya.

Slamet Riyadi juga mengajak masyarakat untuk aktif mengecek status data kesejahteraan keluarganya melalui pemerintah setempat agar ketika proses pendaftaran sekolah berlangsung tidak mengalami kendala administrasi yang dapat merugikan masa depan anak-anak mereka.