Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
BeritaKabupaten PaserKalimantanKriminal & HukumPeristiwa

Tak Kuasa Menahan Nafsu, Pria di Tanah Grogot Paser Cabuli Anak Tetangganya 

98
×

Tak Kuasa Menahan Nafsu, Pria di Tanah Grogot Paser Cabuli Anak Tetangganya 

Sebarkan artikel ini

Hotnet News.co.id || KAB. PASER (Kaltim), Polres Paser berhasil mengungkap kasus tindak pidana pencabulan terhadap anak perempuan di Kecamatan Tanah Grogot, Kabupaten Paser, Kaltim.

Kapolres Paser AKBP Yusep Dwi Prastiya melalui Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Iptu Helmi S. Saputro menyampaikan, tersangka berinisial EJ (49) yang merupakan warga Kecamatan Tanah Grogot.

Korban yang masih di bawah umur itu merupakan anak dari tetangganya sendiri. Aksi tersebut dilakukan EJ usai korban bermain sepatu roda di halaman rumah EJ.

“Berdasarkan keterangan tersangka, dia melakukan aksi cabulnya ke korban mulai dari menyentuh bagian vital sampai puncaknya menyetubuhi korban,” kata Helmi, Rabu (26/6/2024).

Tersangka yang kesehariannya bekerja sebagai petani ini mengaku melakukan perbuatan cabul itu karena melihat celana dalam milik korban tersingkap saat bermain sepatu roda hingga menimbulkan hasrat birahi pelaku untuk melakukan aksi cabulnya.

Usai melakukan aksi cabulnya di dalam kamar, pelaku memberikan beberapa butir telur kepada korban untuk di bawah pulang.

Perbuatan pelaku akhirnya terbongkar usai korban menceritakan kejadian tersebut kepada ibunya. Ibu korban segera mendatangi pelaku untuk menanyakan perihal perbuatan itu terhadap anaknya.

Kepada ibu korban, pelaku mengaku hanya memeluk korban dan tidak sampai menyetubuhi korban. Namun, ibu korban tetap tidak terima atas perbuatan yang dilakukan pelaku, sehingga ibu korban segera melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian.

“Usai diamankan awalnya pelaku ini ngakunya cuma peluk saja. Namun setelah dilakukan interogasi lebih mendalam dan diperkuat dengan bukti hasil visum dari RSUD bahwa korban memang dicabuli, barulah tersangka mengakui perbuatannya, ” Jelasnya.

Saat ini, kondisi koban telah membaik dan telah mendapat pendamping oleh pihak PPA Satreskrim Polres Paser dan lembaga perlindungan anak.

“Atas perbuatannya, EJ dijerat dengan dua Pasal alternatif. Yakni Pasal 81 ayat 1 UU 17 tahun 2016 dan Pasal 82 ayat 1 UU 17 tahun 2016 tentang pencabulan terhadap anak dan persetubuhan terhadap anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara,” pungkasnya.(Anang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *