Hotnet News.co.id || Sarolangun sudah beberapa Media yang memberitakan kepala Desa Lubuk Kepayang. Terkait Patong BLT. Dana Desa. Saksi pengawasan pemerintah bidang pembangunan. (Irban) Mempunyai tugas menyusun Program kerja serta melaksanakan pengawasan terhadap penyelenggaraan urusan Pemerintah Daerah serta melakukan Pengusutan terhadap berbagai kasus pengaduan bidang pembagunan dan sebagainya .
Sangat di sayang kan Irban Il di konfirmasi melalui handphone nya. Memberi jempol juga ber ulang kali di hubungi nada berdering tapi tidak di angkat.
Kepala desa Diduga melakukan pemotongan Dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) melalui Dana Desa (DD).
Tidak terima dengan keputusan oknum Kepala Desa tersebut, tujuh orang masyarakat Desa Lubuk Kepayang Kecamatan Air Hitam kabupaten Sarolangun Jambi mendatangi Media ini Perwakilan jambi .
Dalam hal ini Masyarakat Merasa Tidak terima , dan langsung membuat Surat tertulis, yang sudah di tanda tangani . menyatakan tidak terima BLT dipotong.
Begitu Rapat Dengar berita ini di layang kan kepada irban Inspektorat malah di kasih jempol ada apa ?
Kedatangan puluhan warga ini, diterima oleh perwakilan masyarakat yang tidak mau Nama nya ditulis.
(fr.24 ) mengatakan, kedatangan puluhan warga Desa Lubuk Kepayang untuk menyampaikan keluhan mereka terkait Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang diduga dipotong oleh Kepala Desa.
“Jadi, itu keluhannya mereka sehingga datang menemui anggota menemui Media Hotnet News. Pemotongan dilakukan pada tahun 2024 sekarang.” ungkapnya.
Menurut keterangan warga penyaluran BLT di Desa Lubuk kepayang dilakukan sebanyak satu kali pada THN 2024 bulan 6 dari bulan Januari sampai , Juni, 2024 Sebetulnya, satu kali kata dia, mereka seharusnya menerima BLT tersebut senilai Rp 900 ribu rupiah
“Namun, yang diterima hanya satu kali pada bulan 6, senilai Rp 750 ribu. Menurut DAR,(63,thn) mengatakan seharusnya kami terima 900 ternyata di kasih 750 ribu itu yang kami terima cuma di potong 150 ribu . masih baik nasip kami. Cuma Hcin dikasih 500.000,- ribu
Sementara harapan masyarakat Uang itu Untuk Kebutuhan sehari Hari bukan untuk poya 2 . Tetapi hingga saat ini uang itu di manfaatkan untuk poya poya kades dan stafnya.
Berkaitan hal itu, pihaknya perwakilan masyarakat mengundang beberapa media untuk membuat Berita, kalau perlu sampaikan dengan pak Jokowi. Bantuan untuk kami 900 kok di potong tuturnya. kami yakin dapat dibantu.
Menerima dan menindak lanjuti keluhan kami Masyarakat. Desa Lubuk Kepayang dalam waktu dekat mendatangi APH untuk menindaklanjuti laporan masyarakat tersebut.
Kemudian, pihaknya juga akan mengundang Dinas Sosial (Dinsos) untuk memastikan apakah warga yang mendapat potongan BLT itu masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) atau tidak.
Terkait hal ini dalam waktu dekat akan mendapat jawaban. Sebab, menurutnya, dari pernyataan warga penerima sebelumnya telah bertandatangan sebanyak 7 orang.
“Mereka sudah bertandatangan lebih dulu, tapi uangnya tidak diberikan kepada penerima seutuhnya. sehingga itu yang menjadi polemik saat ini,” ungkapnya.
Dengan begitu, warga desa setempat resah dengan permasalahan yang ini. Karena, mereka menilai oknum Kades terkesan mengabaikan apa yang disampaikan oleh masyarakatnya.
“Bahkan, pelayanan untuk masyarakat di desa Lubuk Kepayang tidak maksimal. Pasalnya, setiap pengurusan apa saja oknum Kades tidak merespon dengan baik makanya warga kesal,” ujarnya.
Media ini sudah konfirmasi dengan kepala Desa pada saat di tanya terkait Dana Desa dia menjawab tahap pertama BLT sudah kami serahkan kepada penerima 900 ribu sesuai aturan,”katanya.
(Yahya/Oleng)
















