Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
Banten RayaBeritaHistoryReligiSejarah

1 MUHARRAM 1446 Hijriah, Menjadi Hal Terindah Untuk Anak Kampung Satu Ini

54
×

1 MUHARRAM 1446 Hijriah, Menjadi Hal Terindah Untuk Anak Kampung Satu Ini

Sebarkan artikel ini

Hotnet News.co.id || Kab. Serang, Kampung Kebon jeruk RT 003/ RW 007 Desa Tirtayasa Kec. Tirtayasa Kab. Serang – Banten, Menjadi tempat kelahiran Muhammad Syihab Abdillah anak ke 2 (dua) dari 4 (empat) bersaudara, buah hati hasil pernikahan Bapak Sopani, dan Ibu Rosadah.

Muhammad Syihab Abdilah yang biasa disapa Syihab (10) saat ini meniti ilmu pendidikan di Sekolah Dasar Negeri 3 (tiga) Tirtayasa, salah satu Desa di Wilayah Serang – Banten, menjadi salah satu pelajar yang berprestasi, meraih pringkat di sekolahnya, siswa satu ini mendapatkan pendidikan seadanya dari keterbatasan ekonomi yang dimiliki keluarganya, anak dari seorang Bapak yang meraih rejeki dengan bertani dan mengumpulkan telur bebek dari hewan unggas yang dipelihara, ibu yang kesehariannya mengurus rumah tangga dan merawat serta menjaga keluarga dengan penuh kasih sayang layaknya orang tua pada umumnya dikalangan perdesa’an di wilayah kampung Kec. Tirtyasa.

1 Muharam adalah hari pertama dalam Kalender Hijriah dan ditetapkan bahwa 1 Muharam sebagai Tahun Baru Islam . 1 Muharram 1446 hijriah saat ini di sambut antusias anak – anak pada umumnya dengan aktifitas PAWAI OBOR. Pawai obor adalah kegiatan dalam rangka memeriahkan peringatan Tahun Baru Islam. Biasanya, masyarakat memakai pakaian muslim sambil berpawai memegang obor.

Kegiatan pawai obor dilakukan dengan keliling desa atau kampung untuk merayakan 1 Muharram atau Tahun Baru Hijriah. Inilah salah satu kegiatan anak – anak di pedesaan untuk mengabiskan waktu pada saat libur sekolah atau menjadikan moment yang mengasah ilmu pengetahuan kerohanian dalam agama islam demi mendekatkan diri kepada ILLAHI ALLAH SUBHANA WATA’ALLA. Yang telah diyakini umat ber agama islam sebagai bentuk ibadah.

Jurnalis Hotnet news menangkap dokumentasi Pawai Obor yang dilakukan pada perayaan tahun baru islam pada tahun 1446 hijriah di perkampungan yang mayoritas keyakinan dari seluruh penduduk menganut agama islam. Dengan adanya moment tersebut Jurnalis HNN mewawancarai salah satu anak yang mengikuti kegiatan tersebut dengan maksud mencaritau apa arti makna dari kegiatan tersebut.

 

Hingga akhirnya jurnalis turut bersimpatik kepada narasumber yang telah mengikuti kegiatan tersebut, hingga apa yang dirasakannya membuat jurnalis mewawancarai dengan mengetahui bahwa Muhammad Syihab Abdilah baru saja diajak oleh seorang guru dari sekolahnya ke area perkantoran disebuah tempat yang diketahui area perkantoran tersebut adalah area perbank’an dengan maksud tujuan dari seorang guru tersebut membuatkan/ membuka’kan rekening untuk Syihab agar dapat menerima BEASISWA, beasiswa yang diberikan dan diterima oleh Syihab dengan Keterangan “Beasiswa Ta’fis Qur’an”. Beasiswa tersebut di informasikan oleh seorang ibu Guru di sekolahnya.

Guru atau wali kelas disekolah merupakan tokoh masyarakat yang menjadi Pahlawan Tanpa Tanda Jasa. Guru yang memberikan ilmu pengetahuannya dengan kasih sayang kepada anak – anak yang diharapkan menjadi penerus bangsa dalam berbagai cita – cita yang di Angankan oleh anak – anak pada masa pendidikannya.

Ibu Guru yang dimaksud ialah Ibu Guru Citra Apriani Surya Ningsih atau yang biasa disapa Ibu Guru Citra. Guru yang mengajar di Sekolah Dasar Negeri 3 (tiga) Tirtayasa.

“Terima kasih Ibu Guru” dengan penuh rasa malu dan harunya kata – kata yang keluar dari seorang anak sekolah dasar ketika diminta oleh jurnalis HNN untuk memberikan kata – kata kepada orang yang telah memberikan hadiah yang sangat berarti bagi dirinya.

Hingga liputan ini dibuat jurnalis HNN turut merasakan suatu hal bangga dari apa yang masih ada dikalangan masyarakat perdesaan. Minggu, 07/07/2024 Kp. Kebon jeruk. (yopie//HNN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *