HotnetNews.co.id||TALIABU — Ini bukan sekadar mutasi. Ini sinyal bahaya.Perpindahan Herry Arfan, SH., MH., dari kursi strategis Kasi Intel Kejaksaan Negeri Pulau Taliabu terjadi di momen paling krusial—saat pusaran dugaan korupsi besar yang menyeret nama mantan Bupati Aliong Mus dan jaringan pejabat dinas mulai mengerucut.12/04/26
Publik tidak bodoh. Ketika seorang figur kunci yang memegang peta intelijen kasus justru dipindahkan di tengah panasnya penyelidikan, maka satu pertanyaan keras muncul: siapa yang sedang diselamatkan?
Herry Arfan bukan aparat biasa. Ia disebut sebagai otak pemetaan dugaan kerugian negara mengantongi data, alur uang, hingga simpul aktor yang diduga terlibat. Dengan satu keputusan mutasi, seluruh kendali informasi itu terputus.
Dan dalam dunia penegakan hukum, memutus aliran informasi sama dengan membuka ruang gelap bagi para pelaku untuk menyusun ulang strategi.
Ini bukan lagi soal prosedur. Ini soal keberanian atau keberpihakan.
Indikasi “operasi senyap” semakin terasa. Pergeseran ini diduga kuat bukan kebetulan administratif, melainkan langkah sistematis untuk mendinginkan kasus, mengulur waktu, dan pada akhirnya mengubur kebenaran. Jika benar, maka ini adalah bentuk nyata perlindungan terhadap koruptor yang menggerogoti uang rakyat.
Lebih parah lagi, situasi ini berpotensi menjadikan Taliabu sebagai “zona aman” bagi praktik korupsi berjamaah. Para Kepala Dinas yang diduga menjadi mesin penguras anggaran bisa bernapas lega jika pengusutan melemah. Dan jika itu terjadi, maka hukum benar-benar telah kehilangan taringnya.
Kejaksaan Negeri Pulau Taliabu kini berada di ujung tanduk. Diam adalah pengakuan. Lambat adalah keberpihakan.
DESAKAN TANPA KOMPROMI
Kepada Kejaksaan Tinggi Maluku Utara:
Hentikan permainan di balik meja. Buka secara terang alasan mutasi ini. Jika tidak, publik berhak menyimpulkan bahwa ada kekuatan besar yang sedang dilindungi. Pastikan proses hukum terhadap Aliong Mus tidak dipreteli secara sistematis.
Kepada Kejaksaan Negeri Pulau Taliabu:
Jangan berani mengubur data. Jangan berani menghentikan langkah. Seluruh hasil kerja intelijen wajib dilanjutkan. Jika ada upaya memperlambat atau menghilangkan jejak, itu bukan lagi kelalaian itu kejahatan.
Kepada Jamwas (Pengawas Internal):
Turun tangan sekarang. Audit mutasi ini tanpa kompromi. Bongkar jika ada tekanan politik, transaksi jabatan, atau intervensi kekuasaan. Jika tidak, maka pengawasan internal hanya akan menjadi formalitas kosong.
Jika hukum bisa dipindahkan seenaknya, maka keadilan sedang dipermainkan.
Jika aparat kunci disingkirkan di saat genting, maka kebenaran sedang dibungkam.Dan jika ini dibiarkan, maka satu hal pasti: korupsi di Taliabu tidak hanya hidup ia dilindungi.
Sufaldi














