HotnetNews.co.id||TALIABU — Kinerja Kepala Kejaksaan Negeri Pulau Taliabu, Yoki Adrianus,S.H,.M.H kini menjadi sorotan tajam publik. Pasalnya, sejak kurang lebih enam bulan menjabat, belum terlihat adanya satu pun kasus korupsi yang berhasil diusut di wilayah yang justru kerap disebut sebagai “lahan basah” praktik korupsi tersebut.
Kondisi ini memunculkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat. Tidak sedikit yang mempertanyakan, apakah lemahnya penindakan ini disebabkan oleh rasa takut terhadap pemerintah daerah atau justru adanya kepentingan tertentu yang bermain di balik layar.
Padahal, sejak awal kedatangannya, harapan masyarakat terhadap Yoki Adrianus begitu besar. Terlebih, latar belakangnya yang pernah bertugas di bidang pidana khusus (pidsus) dianggap sebagai modal kuat untuk membongkar berbagai dugaan korupsi di Pulau Taliabu. Namun, ekspektasi itu kini dinilai jauh dari kenyataan.
Sorotan keras juga datang dari praktisi hukum, Sherly Bantu. Ia menilai, seorang Kepala Kejaksaan Negeri seharusnya memiliki keberanian dan integritas dalam menindak kasus korupsi, bukan justru terkesan “diam di tempat”.
“Ini karena faktor takut terhadap Pemda atau ada kepentingan tertentu sehingga pak Kajari jadi tidak bertaring seperti ini. Padahal beliau orang pidsus, kok takut usut kasus korupsi di Taliabu? Ini kan aneh,” tegas Sherly.
Lebih jauh, Sherly mengingatkan agar tidak terjadi praktik “main mata” antara aparat penegak hukum dengan pemerintah daerah. Ia bahkan mengaku menerima informasi terkait dugaan barter kasus yang dikaitkan dengan proyek pembangunan lanjutan musholah di Kantor Kejaksaan Negeri.
Menurutnya, terdapat indikasi pergeseran anggaran dari tiga masjid ke proyek lanjutan musholah tersebut. Padahal sebelumnya, proyek itu telah dianggarkan sekitar Rp1,5 miliar, namun hingga kini belum juga rampung.“Di tahun 2026 ini kembali dianggarkan. Ini patut dicurigai, ada apa di balik semua ini,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa publik kini terus memantau kinerja Kejari Taliabu. Apalagi sebelumnya, sang Kajari sempat berjanji akan mengungkap berbagai kasus korupsi di daerah tersebut.“Faktanya sampai hari ini tidak ada satu pun kasus yang diusut. Jujur, publik mulai menilai Kajari takut,” pungkasnya.
Sorotan ini menjadi peringatan keras bahwa kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum bisa runtuh jika tidak dibarengi dengan langkah nyata dalam pemberantasan korupsi. Kini, masyarakat Taliabu menunggu apakah Kejari akan tetap diam, atau mulai menunjukkan taringnya.














