Hotnet News.co.id || Bekasi, Petani warga masyarakat Desa Bantarsari, Kecamatan Pebayuran kini resah. Pasalnya tanah sawah yang biasa mereka garap, kini diduga di kuasai oleh oknum yang mengaku salah satu ormas Kabupaten Bekasi.
Warga petani yang biasa menggarap tidak bisa berbuat apa-apa karena lahan sawah tersebut kini dijaga oleh sejumlah orang yang diduga oknum ormas. Tanah sawah yang diklaim oleh pihak oknum ormas seluas lebih kurang 14 hektar yang terletak di Desa Bantarsari dan bantarjaya.
“Ya saat ini sawah tersebutpun dilakukan penggarapan oleh oknum ormas tersebut.
Menurut keterangan salah satu petani yang tidak mau di sebutkan namanya yang biasa menggarap tanah sawah tersebut menerangkan,”sebelumnya saya yang menggarap beberapa bagian luas sawah itu, tapi kini saya gak bisa menggarap lagi, karena di jaga sama ormas gak boleh menggarap, tapi malah mereka yang menggarap,”terangnya.

Ketika di tanya oleh awak media bagaimana harapannya, “yah bang, kita petani kecil yang gak tau apa apa, dan gak berani bertindak, kita takut tapi kita juga berharap agar pihak kepolisian, terkhusus Polsek Pebayuran agar bertindak, agar nasib kami para petani jelas, karena cuma itu sebagai mata pencarian kami,” imbuhnya penuh harap.
Di tempat berbeda LUPUS salah satu warga Bantarsari yang juga sebagai penerima kuasa untuk mengamankan dan membayar pajak lokasi sawah tersebut, menyampaikan kepada awak media, ” jadi begini bang, saudara adang/ johan beralibi bahwasanya kenapa dia ingin menguasai sawah tersebut karena ada hak dia yang belum di bayarkan oleh almarhum lurah aktif, namun yang saya tau saudara adang/ johan itu sudah di berhentikan oleh almarhum lurah aktif / tgl 20 april 2022, pada saat itu almarhum lurah aktif masih hidup kenapa saudara adang/ johan tidak menuntut hak’ nya kepada lurah aktif, nah tiba” setelah lurah aktif meninggal barulah dia menuntut logika aja bang,”ucapnya
Masih sambung lupus, yang jelas bicara surat kepemilikan sawah tersebut semua ada di saya bang, dan saya akan tempuh jalur hukum, karena sudah jelas para oknum itu sudah melakukan penyerobotan lahan, tanpa dasar,” tandasnya
(Tim)











