Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
BeritaHukumPalembangSumatera selatan

Polda Sumsel Bersama Kuasa Hukum Periksa Lahan Persil Bidang Tanah Hadirkan Pelapor dan Terlapor di Lokasi

73
×

Polda Sumsel Bersama Kuasa Hukum Periksa Lahan Persil Bidang Tanah Hadirkan Pelapor dan Terlapor di Lokasi

Sebarkan artikel ini

Hotnet News.co.id || Palembang (Sumsel), Tim Kuasa Hukum Advokat/Pengacara yakni Imron Jono S.H,.M.H dan Rekanan yang berkantor Jalan HBR Motik Km 8 Ruko Green Tara Residence Kota Palembang mendampingi Kliennya Habiburahman sebagai Terlapor

Adapun kegiatan pemeriksaan di lahan tersebut bersama Pihak Kepolisian Polda Sumsel dan menghadirkan yakni Sitorus selaku Pelapor untuk memastikan keberadaan posisi lahan yang sedang di perkarakan terkait Jual beli lahan persil bidang tanah yang dibentuk dan ukurannya seluas ± 500 Meter terletak di Jalan Sepakat RT 28 RW 08 Kelurahan Karya Baru Kecamatan Alang-Alang Lebar Kota Palembang Sumatera Selatan kegiatan di gelar Sabtu 13/6/2024 Sekitar Pukul 9.30 Wib berjalan lancar.

Adapun kronologisnya persil lahan bidang tanah Seluas ± 500 Meter tersebut dalam Wilayah kelurahan lahan tanah Supradik menurut penjelasan Kuasa Hukum Terlapor bahwa tanah yang sedang bersengketa saat ini pihak Badan Pertanahan Nasional Kota Palembang waktu itu harus bertanggung jawab karena mengapa timbul kisruh Centang-Perenang seperti ini,”ujarnya

Adapun nama yang sempat disebut-sebutnya adalah Ardiansyah Cs karena karen waktu itu dia yang menangani sertifikat jadi kanapa Sertifikat di Persil bidang tanah dengan ukuran seluas ± 500 Meter tersebut bisa muncul gugatan dari pihak lain dan memiliki Sertifikat di lokasi lahan yang sama,jadi kini telah mengundang pertanyaan terjadi seperti itu ? tuturnya saat di konfirmasi Sabtu 13 Juni 2024 sekitar pukul 14 dikantornya

Sambungnya lagi dalam Perkara kasus tersebut sudah jelas banyak kejanggalannya terutama kanapa sewaktu pihak Badan Pertanahan Nasional Kota Palembang memasang plang nama BPN Kota Palembang tidak ada satu orang pun yang mengklaim di lahan tersebut dan lagi pula saat Habiburahnan, bercocok tanam seperti Pohon Pisang dan lainya lantas bikin pagar tidak ada yang mencegahnya belakangan ini terjadilah masalah,” paparnya

(Sirlani)

#sumbertimkusahukum,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *