KAB. BEKASI – HOTNETnews.co.id. Kondisi fasilitas di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Karangsatu 01, Kecamatan Karang Bahagia, Kabupaten Bekasi, menuai sorotan. Tokoh muda Kecamatan Karang Bahagia, Jaelani, mengkritisi belum tersedianya ruang kantor khusus bagi kepala sekolah dan guru, yang dinilai dapat menghambat pelayanan administrasi serta aktivitas belajar mengajar.
Jaelani menyebut, keberadaan ruang kantor merupakan fasilitas dasar yang seharusnya dimiliki setiap sekolah negeri. Menurutnya, ketiadaan ruang kerja yang layak tidak hanya berdampak pada kenyamanan tenaga pendidik, tetapi juga dapat mengganggu efektivitas pengelolaan administrasi sekolah.
“Administrasi sekolah, pengelolaan data siswa, penyimpanan arsip, hingga koordinasi dengan guru maupun orang tua murid membutuhkan ruang yang representatif. Jika semuanya dilakukan di ruang kelas atau tempat seadanya, tentu kurang ideal,” ujar Jaelani, Rabu (5/8/2026).
Ia juga menilai bahwa tidak adanya ruang kantor kepala sekolah dapat mengurangi privasi saat melakukan rapat, menerima tamu, maupun berkoordinasi dengan para guru.
“Bagaimana sebuah sekolah dapat memberikan pelayanan pendidikan yang maksimal jika fasilitas dasar seperti ruang kantor kepala sekolah saja belum tersedia? Hal ini tentu dapat memengaruhi semangat kerja dan efektivitas pelayanan,” katanya.
Jaelani mempertanyakan apakah sekolah telah mengusulkan pembangunan ruang kantor kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi. Menurutnya, selain Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang memiliki peruntukan tertentu, pembangunan sarana dan prasarana sekolah juga dapat diusulkan melalui program pemerintah daerah sesuai ketentuan yang berlaku.
Ia berharap pihak sekolah bersama Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi segera mencari solusi agar SDN Karangsatu 01 memiliki ruang kantor yang layak bagi kepala sekolah dan para guru.
“Jangan sampai ruang kelas difungsikan sebagai kantor karena dapat mengganggu konsentrasi siswa saat proses belajar mengajar berlangsung. Saya berharap pemerintah daerah segera memberikan perhatian terhadap kondisi ini demi meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan,” pungkasnya.
[Red]












